KEPSEK SDN 02 CIRIUNG KLARIFIKASI TERKAIT BERITA OKNUM GURU TAHAN RAPORT MURID

Cibinong, Rajakabar.com,-
 
Terkait pemberitaan yang dianggap menyudutkan pihak Sekolah SDN 02 Ciriung bahwa pihak sekolah SDN 02 Ciriung menahan raport siswanya dengan alasan belum membayar uang sumbangan tahunan, membuat kaget Bambang Trisakti Dwiwanto selaku Kepala Sekolah SDN 02 Ciriung.
Kepada media ini Bambang menyampaikan klarifikasinya, bahwa semua itu terjadi hanya karena kesalah pahaman komunikasi saja.
“Tidak ada maksud ataupun arahan dari pihak sekolah untuk menahan raport anak didik, karena raport itu adalah mutlak hak daripada murid”, jelasnya.
 
Dan atas kejadian tersebut saya selalu kepala sekolah memohon maaf,  kami pun sudah mengambil langkah dengan menegur guru yang bersangkutan, dan telah juga memfasilitasi semua pihak termasuk wali murid yang mengalami untuk diberikan penjelasan  terkait kejadian tersebut.
Dan alhamdulillah permasalannya sudah selesai, ungkap Bambang.
 
Terkait dengan sumbangan tahunan yang dikatakan besarannya mencapai Rp.250.000,- Bambang juga mengatakan itu tidak sepenuhnya benar adanya, yang ada adalah berdasarkan kesepakatan komite sekolah dengan wali murid beberapa bulan yang lalu, untuk mengadakan sumbangan guna membangun tempat wudhu untuk murid-murid di lantai atas gedung sekolah, wacana itu timbul berawal dari kejadian adanya anak murid yang jatuh saat hendak wudhu untuk sholat, karena  tempat wudhunya di bawah jadi murid harus turun naik hingga ada yang terjatuh dan luka,
maka dari itu kami memunculkan ide untuk membuat tempat wudhu dilantai atas.
 
Kemudian kami bermusyawarah dengan komite, dan komite meresponnya dengan mengadakan rapat wali murid untuk menghimpun dana yang besarannya  tidak ditentukan, namun memang diharapkan sumbangan tersebut nominalnya diantara Rp.200.000 hingga 250.000 per murid dari klas 1 hingga klas 5. Tujuannya agar bisa tercapai target dari dana yang dibutuhkan, dan untuk penghimpunan dana tersebut semuanya dikelola oleh komite sekolah.
“Untuk penghimpunan dana semua kami serahkan kepada komite sekolah dan tidak benar jika sumbangan itu diwajibkan dengan nominal tersebut, bagi yang memang tidak mampu, tentu kami tidak memaksakan, silahkan mau nyumbang berapapun se kemampuan wali murid, untuk lebih jelasnya silahkan ditanyakan langsung ke pihak komite”, ungkap Bambang.
 
 
Terpisah Bu wati  wali kelas 2 yang dituding sempat memarahi wali murid saat mengantar raport yang sempat ditahan mengatakan bahwa tidak benar jika saya marah atau memarahi (Bu Fitri) wali murid yang bersangkutan ujarnya, yang benar adalah ibu dari wali murid (neneknya murid) tersebutlah yang memarahi anaknya yakni Bu fitri, karena merasa tidak enak dengan saya jelas Bu wati.
bahkan Bu fitri sendiri dengan kedatangan saya saat itu juga sempat meminta maaf kepada saya,  “mohon maaf bu wati saya ga menyangka kalau urusan ini berbuntut panjang” ujar Bu wati menirukan ucapan Bu fitri.
Terakhir kami selaku kepala sekolah meminta maaf atas kejadian tersebut dan tentunya  ini kami jadikan sebagai bahan evaluasi, serta terima kasih juga atas kedatangan awak media kesini untuk mengklarifikasi hal ini, tukas Bambang.(Santo).
 

Post Author: Santo Jr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *