SDN WARU 01 DIDUGA MENGGUNAKAN FAKTUR DAN STEMPEL PALSU UNTUK LAPORAN PENGGUNAAN DANA BOS

PARUNG –,RAJAKABAR.COM-, Praktek penggunaan faktur dan stempel palsu untuk kepentingan pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diduga dilakukan sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di Kecamatan Parung. Dugaan tersebut memyasar SDN Waru 01 Desa Waru. Informasi yang diterima awak media ini, Kepala Sekolah bersama Bendahara SDN Waru 01, diduga sengaja melakukan tindakan pemalsuan faktur dan stempel untuk kepentingan pelaporan penggunaan dana BOS dengan membuat laporan transaksi secara fiktif. “Dari hasil investigasi yang dilakukan, selama kurun waktu dua bulan terakhir Kepsek SDN Waru 01 S bersama Bendahara LR, diketahui sering membuat laporan-laporan transaksi fiktif penggunaan dana BOS,” ujar seorang warga FH, yang juga praktisi jurnalis media ternama di Bogor kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).   

Dia menjelaskan, bisa penelusurannya, Bendahara sekolah tersebut, diketahui memiliki banyak tumpukan faktur dan stempel beberapa toko yang berada di sekitar Kecamatan Parung dan diduga kuat digunakan untuk kepentingan pemalsuan laporan dana BOS setiap triwulan. “Dalam penelusuran tersebut, setidaknya ditemukan sebelas toko yang menjadi korban pemalsuan stempel dan faktur belanja. Di antaranya toko Apotik Pharos, Toko Dua Tiga, Toko Andesti, Toko Material Sinar Maju, dan Rumah Makan Salero Denai,” ungkapnya.

FH menambahkan, berdasarkan keterangan informasi dari sumber valid yang ditekusurinya, Bendahara SDN Waru 01 ternyata mengantongi tumpukan faktur dan stempel. Beberapa di antaranya stempel Toko Hj. Nur, Toko SM. Sinar Maju, Toko QQ Bakery, Toko Harapan Maju, Toko Dua Tiga, Toko Fotokopi Oky, Toko Alat Listrik Sinar Langgeng, dan Toko Citra Alam Jaya. “Berdasarkan informasi sumber tersebut, berbagai faktur dan stempel ini diketahui telah berada di tangan bendahara Lia sejak lama,” paparnya.

Untuk mencari kebenaran informasi tersebut, Dia mengaku telah uji petik konfirmasi ke beberapa pemikik toko yang diketahui terdapat faktur dan stempel di tangan bendahara sekolah tersebut. Di antaranya toko Sinar Langgeng yang menjual peralatan-peralatan elektronik dan listrik di Jalan Haji Mawi. “Perusahaan toko Johan Arifin Zubir (37), membantah dirinya pernah menyerahkan stempel dan faktur kepada pihak mana pun. Dia mengatakan kalau ada pihak-pihak yang menyimpan faktur dan stempel toko saya, bisa dipastikan itu fiktif dan saya tidak bertanggungjawab,” jelas FH menirukan jawaban Johan.

Sementara Chandra (60), pemilik toko bahan bangunan material Sinar Maju yang beralamat di Jalan Haji Mawi Desa Warujaya yang didatangi dan dikonfirmasi FH, juga menegaskan tidak pernah menyodorkan faktur dan stempel kepada pihak manapun, karena jangankan menyerahkan, dirinya bahkan tidak memberikan selembar faktur kosong pun, jika ada orang yang memintanya. “Palsu. Itu nggak bener. Beda kok faktur dan stempelnya. Yang resmi dari toko kita stempel dan faktur bukan seperti itu. Saya pastikan itu bohong. Bukan dari kita.” ujar FH menceritakan penuturan Chandra pemilik toko yang saat itu juga diperlihatkan sampel faktur dan stempel yang mengatasnamakan tokonya.

FH juga melakukan penelusuran ke toko Dua Tiga di pertokoan Pasar Parung, yang menjual alat-alat tulis kantor. Nurul Fauziah (24) pengelola toko membantah keras pernah memberikan sejumlah faktur dan stempel kepada pihak mana pun. Wanita ini memastikan bahwa stempel dan faktur yang tersebut berbeda dengan miliknya. Nurul juga mengakui jika tokonya memang sering kedatangan beberapa pembeli yang mengaku-ngaku guru dan sekolah tertentu.
Orang-orang itu, kata Nurul, jika membeli sesuatu selalu meminta dua faktur. Faktur pertama sesuai dengan nilai transaksi pembelian, sementara faktur kedua yang hanya dibubuhi stempel tanpa tertera nominal transaksi. “Tapi kita tidak pernah mau. Karena kita tahu, pasti tujuannya buat disalahgunakan untuk pelaporan fiktif. Jadi seumpama dia beli ke kita dengan harga misalnya Rp. 200 ribu, kemudian bisa saja dia tulis sendiri dengan nilai yang lebih dari itu. Yang pasti kita tidak pernah menyerahkan faktor dan stempel ke siapa pun. Kita juga harus lebih hati-hati lagi ke depannya. Salah-salah nanti kita yang kena,” beber Nurul kepada FH.

Masih berdasarkan penelusuran yang dilakukan FH, pemilik Toko Andesti Jaya, bernama Andesti, enggan mengomentari adanya temuan faktur yang diduga dipalsukan tersebut. Ia mengatakan, harus diseleidiki dulu kebenaran dan keakuratan faktur tersebut. “Boleh jadi benar dan sesuai dengan milik toko Andesti Jaya, boleh jadi salah. Kita harus cek dulu,” Papar FH menerangkan penuturan pemilik toko yang didatanginya tersebut.

Dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsApp terkait penerimaan dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah tersebut, atau S, selaku Kepsek SDN Waru 01 tidak memberikan jawaban. Saat dicoba konfirmasi melalui telepon pun, yang bersangkutan tidak merespon. Hampir sama, Bendahara SDN 01 Waru LR yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp tidak memberikan komentar dan jawaban. Padahal pesan WhatsApp yang diirim awak media ini, sudah memperlihatkan tanda telah diterima dan dibaca oleh LR.

PENULIS;JAY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *