Kritisi BUMD Yang Berkinerja Buruk, SPMB Gelar Dialog Publik

Cibinong, Rajakabar.com,-
Serikat Pemuda Mahasiswa Bogor (SPMB) mengkritisi kinerja Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) Kabupaten Bogor yang dinilai kinerjanya kurang maksimal.
Hal itu di sampaikan Ketua Umum SPMB Farid Abdul Mu’min kepada wartawan disela acara Dialog Publik dengan para Dirut BUMD Kabupaten Bogor yang digelar di Aula Gedung PUSDAI Komplek Perkantoran Pemda Cibinong, Senin (11/03/2019).

Menurut Farid setiap Badan Usaha pastinya ada kinerja dan produksi yang tentunya menghasilkan sebuah produk/komoditi yang bisa di jual sehingga mendatangkan profit.
BUMD sebagai Perusahaan milik Pemerintah Daerah seharusnya selain sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, mestinya juga berpikir untuk menghasilkan keuntungan (profit) yang nantinya profit tersebut bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), ucapnya.

“Nah PAD tersebut kan tentunya menjadi sebuah anggaran, yang bisa dipergunakan untuk pembangunan Kabupaten Bogor, maka dari itu kami melalui acara dialog publik ini sebenarnya ingin memberikan gambaran kepada Bupati agar apa yang menjadi wejangan Bupati itu sendiri dapat menjadi bahan pemikiran bagi para Dirut BUMD untuk lebih meningkatkan pencapaian kinerja di BUMD nya masing-masing” jelas Farid.

Farid juga menambahkan, “BUMD ini kan selalu mendapatkan bantuan modal dari Pemerintah Daerah melalui penyertaan modal yang kadang tidak sedikit, harusnya dengan itu bisa meningkatkan pencapaian kinerja BUMD dalam menambah pendapatan asli daerah, jangan sampai suntikan modal yang bersumber dari APBD tersebut malah menjadi kontra produktif”, imbuh Farid.

Kami juga melihat ada beberapa BUMD yang menurut kami kurang produktif, kinerjanya yang kurang maksimal dan capaiannya rendah, sehingga penyertaan modal yang diberikan pemerintah daerah menjadi sia-sia, “penyertaan modal itu kan harus ada pertanggung jawaban nya, jangan hanya berharap penyertaan modal melulu tapi BUMD tersebut tidak ada capain atau tidak memiliki produk yang bisa dijual, kalau tidak ada yang bisa dijual bagaimana mau meningkatkan PAD, terus kalau tidak ada peningkatan PAD, anggaran penyertaan modal itu dari mana? ungkap Farid.

Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin yang hadir dan membuka langsung dialog publik tersebut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, fungsi dan tujuan terbentuknya BUMD adalah untuk memfasilitasi masyarakat bukan untuk menyengsarakan masyarakat, artinya lebih kepada palayanan, tak harus selalu orientasi nya profit oriented, jelas Ade Yasin.

Bupati juga mengapresiasi, atas gagasan adik-adik mahasiswa untuk terlaksananya dialog ini.
“Sebagai fungsi kontrol ada manfaatnya juga bagi Pemuda dan Mahasiswa dengan berdiskusi langsung bersama stakeholder, dan tentunya ini sesuau yang baik ketika ada masukan-masukan dari luar”, kata Ade Yasin.

Dialog Publik tersebut dihadiri para Dirut BUMD yang ada di Kabupaten Bogor, diantaranya Dirut PDAM Tirta Kahuripan Hasanudin Tahir, Dirut PD Pasar Tohaga Eko Romli Wahyudi, Dirut PT Prayoga Pertambangan & Energi Rajab Tampubolon, Dirut PD Sayaga Wisata Supriadi Jupri, yang masing-masing menjadi pembicara. (santo)

Post Author: Yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *