Jangan Ada Kecurangan Di Antara Kita, Sandi Mengajak Kawal TPS

Jangan Ada Kecurangan, Sandi Mengajak Kawal TPS(TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA)

CIANJUr- ,RAJAKABAR.COM-,Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 02, H Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan menurunkan segala kebutuhan bahan pokok sekitar 20 persen, bila terpilih di Pemilu 2019 hanya tinggal seminggu lagi terhitung, Kamis (11/4).

Salah satu Cawapres, H Sandiaga Salahuddin Uno mengajak mari pantau bersama-sama di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga jangan sampai ada kecurangan.

“Artinya, mari kita kawal dan semua masyarakat bisa turun. Biar Pemilu aman dan damai serta Jujur dan Adil (Jurdil), jangan ada money politik serta penekanan lainnya,” katanya.

Ajakan tersebut saat berkujung silaturahmi ke Pondok Pesantren (Pontren) At-Taqwa Cikidang, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jalan Mochammad Ali No 7B, kemarin. Nampak terlihat ratusan ibu-ibu, tokoh masyarakat, tokoh agama, para santriawan santriawati juga masyarakat setempat menyambut baik kedatangan beliau.

Sandi menyambungkan, masyarakat agar tetap menjaga nilai demokrasi dalam Pemilu 2019 dengan baik. Salah satunya adalah menolak secara tegas upaya pembelian suara, dan setelah melihat turun ke lapangan secara langsung ternyata masyarakat Jawa Barat (Jabar) mayoritas sebagai petani, nelayan dan buruh pabrik juga usaha wirausaha lainya.

“Jadi perlu dirangkul biar sejahtera dan bisa hidup layak, misalnya yang belum kerja harus kerja jangan nganggur. Lalu, yang punya potensi bisa dikembangkan nanti dibantu melalui modal usaha. Jelasnya saya berjanji akan memfasilitasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA),” beber, Cawapres, H Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandi juga sempat menyinggung kasus korupsi pupuk yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjerat politisi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

“Kemarin beberapa waktu lalu ada OTT (operasi tangkap tangan,red) kejadian korupsi. Pupuk petani malah dikorupsi,” papar Sandi saat silaturahmi di Pontren At-Taqwa, sore kemarin.

Ia menambahkan, lebih miris lagi kata Cawapres nomor urut 02 ini selain menyakiti petani yang selama ini sulit menjangkau harga pupuk adalah, uang hasil korupsi tersebut diperuntukkan bagi pemenangan salah satu kontestan pemilu.

“(Uang suap) dimasukkan dalam amplop untuk serangan fajar, ada cap jempol. Ini jelas menyakiti dan menciderai demokrasi,” terang, Sandi.

Adanya dugaan atau indikasi praktik pembelian suara rakyat, Sandiaga berharap seluruh masyarakat menjaga proses demokrasi yang hanya tinggal menghitung hari sekitar seminggu lagi secara baik dan mengikuti hati nurani sesuai pilihannya.(Tam/ Eka Rufa)

Post Author: rajakabar_admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *