RUU Pertanahan Belum Membawa Titik Terang

CIANJUR-,RAJAKABAR.COM-, Pemerintah pusat melalui DPR-RI bidang pertanahan (agraria,red) terus menggodok soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan masih belum membawa titik terang, artinya bisa ada payung hukum jelas bagi masalah agraria di tanah air, termasuk di Kabupaten Cianjur.

Ketua DPP Partai Gerindra, Ir H Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya kini sedang terus menyusun RRU Pertanahan, konteknya bisa menjebantani semua permasalahan komplik yang ada. Jadi jelasnya harus ada payung hukum yang jelas, biar masyarakat bisa mendapatkan keadilan dan bisa dilindungi aturan yang berlaku sesuai haknya yang bisa memiliki hak tanah digarapnya selama ini.

“Saya akan mendorong dan menampung aspirasi masyarakat, maka itu kita terus memperjuangkan terus menggodok RUU pertanahan. Sehingga permasalahan ini bisa terselesaikan dengan baik,” katanya saat dihubungi selesai sosialisasi RUU Pertanahan di gedung Juang 45, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Minggu (14/4).

Permasalahan pertahanan (agraria) di Cianjur khususnya banyak permasalahan terjadi contohnya di Kecamatan Takokak, Campaka, dan kecamatan lainnya. Maka itu mengenai soal kasus tanah harus bisa diselesaikan dan masyarakat bisa terpenuhi jangan sampai menjadi terbebani atau menjadi korban.

Sementara, salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur Dapil IV dari Partai Gerindra, Tavip Darmawan memaparkan, secara garis besarnya permasalahan ini harus selesai dan ada payung hukum yang jelas. Sehingga jangan sampai ada perselisihan antara pemerintah dengan masyarakat, maka itu saat ini membahasa soal RUU pertanahan.

“Jadi konteknya jangan ada sampai ketidak singkoranan hal-hal soal perebutan lahan (tanah,red). Jadi ada kepastian soal hak tanah untuk masyarakat, tidak bisa dipungkiri para petani di Cianjur tidak butuh akan tanah,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain itu jangan sampai pihak asing bisa menguasai tanah di Indonesia. Permasalahan jangan sampai kesitu, khususnya Cianjur banyak permasalahan soal agraria. Maka itu masyarakat butuh kepastian dan penjelasan yang pasti. Misalnya di Kecamatan Takokak, dan Campaka, Cianjur Selatan serta lainnya.

“Apalagi masyarakat Cianjur mayoritas sebagai petani, omong kosong kalau tidak butuh lahan atau tanah untuk pertanian. Baik itu padi dan palawija,” pungkasnya salah satu politisi dari Partai Gerindra Kabupaten Cianjur ini.(eka rk)

Post Author: Yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *