AGJT TUDING PENGUSAHA GALIAN DAN TRANSPORTER TAMBANG JADIKAN SOPIR DAN BURUH TAMENG USAHA

RUMPIN – ,RAJAKABAR.COM-,Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) sebuah perkumpulan warga lintas kecamatan yang selama ini konsisten memperjuangkan adanya jalur khusus tambang, menggelar konsolidasi pengurus dari lima kecamatan terdampak usaha tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Rumpin, Gunung Sindur, Cigudeg, Parungpanjang dan Kecamatan Legok Kabupaten Tanggerang. Dalam keterangan resmi yang dikirim ke awak media ini, dalam pertemuan tersebut AGJT membahas situasi yang terjadi saat ini dan rencana untuk kedepannya serta mengeluarkan beberapa pernyataan sikap.

Dari salah satu poin hasil pertemuan tersebut AGJT menuding para pengusaha tambang dan transporter tambang sering memprovokasi supir dan buruh tambang untuk dapat dikendalikan, sehingga dijadikan sebagai tameng dalam menghadapi penolakan masyarakat terhadap adanya usaha eksploitasi dan eksplorasi alam. AGJT juga menilai, berdasarkan masalah yang ditangani Pemerintah selama ini tidak mebuahkan hasil. Begitupun rencana pemerintah baik jangka pendek maupun jangka panjang yang terdapat dalam Laporan Hasil Rapat Koordinasi Lanjutan Pembahasan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang di janjikan kepada masyarakat tidak direalisasikan sampai saat ini.
“Masyarakat di lima Kecamatan masih diselimuti oleh masalah akibat pertambangan yang telah mengakibatkan banyak menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, penyakit ISPA serta kemacetan panjang,” ujar Junaidi Adi Putra dalam rilis media atas nama AGJT tersebut, Senin (20/5/2019).

AGJT menilai, kondisi kemacetan yang terjadi setiap hari di wilayah terdampak tambang adalah akibat antrian truk-truk tambang yang parkir di ruas jalan umum. Padahal seringkali mencelakai pengendara lain dan merugikan masyarakat sekitar. Tercatat dari kondisi tersebut telah mengakibatkan 4 kali kecelakaan (menabrak buntut truk tambang yang parkir di ruas jalan) yang menewaskan 2 orang dan 2 orang lainnya luka parah. “Banyak sekali kerugian-kerugian lainnya yang tidak terhitung dan tergantikan oleh negara pada kondisi yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Junaidi menjelaskan, masyarakat yang selama ini berjuang bersama AGJT untuk menertibkan dan memberlakukan jam operasional 20.00 – 05.00 WIB seringkali dihadapkan dengan supir-supir truk dan buruh tambang itu sendiri. “Kami menyadari jika hal tersebut tidak lain merupakan upaya yang diandalkan perusahaan tambang dan transporter yang menjadikan supir truk tambang sebagai tameng atau dalih untuk terus melanggengkan perusakan kelestarian alam secara besar-besaran demi merauk keuntungan sebesar-besarnya,” beber Junaidi.

Dia menjelaskan, bahwa para supir truk dan buruh tambang yang digaji dengan upah yang rendah seringkali diprovokasi oleh pengusaha-pengusaha tambang dan transporter untuk dapat dikendalikan sebagai tameng dari perlawanan masyarakat. Padahal di samping itu supir truk tambang juga sangat dirugikan oleh pungutan biaya dari perusahaan maupun pungutan liar yang selama ini diacuhkan oleh aparatur negara. “Makanya dalam hal ini sangat diperlukan persatuan rakyat untuk melawan ketimpangan dan ketidakadilan,” ujarnya. Dengan hal tersebut, dalam pertemuan konsolidasi kali ini, AGJT menyerukan kepada berbagai masyarakat baik supir truk dan buruh tambang, pemuda maupun tokoh masyarakat untuk bergabung melawan ketimpangan dan ketidakadilan.

Junaidi memaparkan, AGJT juga menolak segala bentuk uji coba jam operasional oleh BPTJ maupun Kepala Daerah dan mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan jalur khusus truk tambang dan dalam jangka pendek segera memberlakukan jam operasional truk tambang hanya melintas di pukul 20.00 – 05.00 WIB.
AGJT juga mendesak dan meminta aparat pemerintah dan pihak berwenang untuk memberantas pungutan liar di segala titik yang dilakukan kepada para supir truk tambang. “Bila kemudian Pemerintah Daerah dan BPTJ masih memaksakan atas uji coba yang kesekian kalinya, maka jangan salahkan kami rakyat mengambil sikap sendiri untuk bisa keluar dari ketidakadilan ini.” ungkap Junaidi dalam keterangan resmi pernyataan sikap bersama AGJT tersebut

PENULIS ;JAY

Post Author: Yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *