Limbah Tempurung Kelapa Jadi Nilai Ekonomi

CISEL- Rajakabar.com

Salah satu ‘Paguron Pencak Silat Pusaka Tali Kerta’ Kecamatan Agrabinta, RT 2/1, Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur Selatan selain memiliki keahlian beladiri, juga mampu menciptakan kreativitas kerajinan tangan memiliki bakat memanfaatkan limbah jadi barang bernilai tinggi, Senin (1/7).

Ketua Paguron Pencak Silat Pusaka Tali Kerta (PPSPTK), Sarana Tunggal (26) juga pengrajin mengatakan, sebetulnya banyak potensi di Cianjur Selatan (kidul, red). Seperti halnya berhasil membuat kerajinan bernilai tinggi dari limbah tempurung atau kelapa busuk.

“Limbah tersebut mencemari sepanjang pantai, lalu dikumpul. sehingga bisa menghasilkan produk dari limbah tapi berharga, bisa menciptakan nilai ekonomi, ” akunya.

Rana menyambungkan, mengenai hargar tergantung atau bagaimana kualitas bahan sama kesulitannya.

“Artinya tergantung pesanan, tapi semua bahan dari limbah, ” ujar Rana alias Ipeng panggilan akrab di lingkungan paguron.

Sementara, Rusman (30) salah seorang pengrajin mengatakan, untuk pembuatan meja kursi produksinya itu setiap hari, selain itu ada juga produksi lainnya paket teko dari batok, meja kursi, perah bedo, dan lukisan serta lainnya.

“Untuk harga ada paket Rp300 ribu hingga Rp1 juta, khusus untuk cangklong Rp100 ribu,” paparnya.

Bahkan barang-barang antik terbuat dari limbah bernilai tinggi jadi ekonomi tersebut sudah terkenal sampai kabupaten/kota seperti hanya ke Garut, Bogor juga pernah kirim langsung ke luar negeri Jepang.(tam/eka)

Post Author: Adminnr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *