FORUM MAHASISWA BOGOR BERIKAN BANTUAN UNTUK KELUARGA YANG TINGGAL DI BEKAS KANDANG SAPI

PAMIJAHAN – RAJAJABAR.COM,- Forum Mahasiswa Bogor (FMB) melakukan aksi peduli dengan memberikan bantuan berupa sembako dan uang kepada salah satu keluarga di RT 02 Kampung Susukan Desa Gunung Picung Kecamatan Pamijahan Kab. Bogor yang tinggal di gubug bekas kandang kerbau. “Santunan ini berasal dari keluarga besar FMB, berupa sembako dan sejumlah uang. Kami salurkan untuk pasangan suami isteri bapak Aleh dan ibu Unawiyah beserta 3 orang anaknya,” ungkap Reza Nur Apriazul koordinator kegiatan bantuan tersebut kepada wartawan.

Dirinya berharap, apa yang telah diberikan FMB dapat bermanfaat bagi keluarga tersebut. “Semoga ikut meringankan beban mereka.” Harapnya. Sementara Ketua FMB Erick Setiawan menjelaskan, kemiskinan selalu menjadi momok yang sangat mengerikan bagi setiap lapisan masyarakat, meskipun tidak ada orang atau keluarga manapun yang menginginkan hidup dalam kemiskinan. “Kejadian ini menunjukan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabuoaten Bogor masih belum maksimal. Faktanya dilapangan persoalan kemiskinan masih saja terjadi, seperti yang dialami salah satu warga ini,” ungkapnya.

Erick Setiawan membeberkan, dari data Dinsos Kabupaten Bogor yang dimilikinya, angka kemiskinan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencapai 7,14 persen dari jumlah 5. 715. 009 jiwa penduduknya. Angka ini harus menjadi perhatian semua pihak agar hal serupa (tinggal di gubuk bekas kandang kerbau-Red) tidak lagi terjadi di masyarakat. “Pemerintah harus berkomitment dan berupaya untuk menyelesaikan persoalan semacam ini,” cetusnya.

Dia menuturkan, kemiskinan adalah suatu kondisi sosial ekonomi warga masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan. Sedangkan Hukum Pengentasan Kemiskinan, sambungnya, sudah tertuang dalam
Konstitusi Negara (UUD 1945) yang dengan tegas menyebutkan bahwa Negara wajib ”melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Secara khusus, masih kata Erick, landasan kebijakan penanggulangan kemiskinan dalam Undang-undang Dasar 1945 telah tertuang dalam beberapa pasal yakni Pasal 28 H Ayat 1:“Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”, lalu Pasal 34: Ayat 1: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara” dan Ayat 2: ”Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan” serta Ayat 3: ”Negara
bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan umum”.

Maka dari itu, FMB berharap agar pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat menyelesaikan persoalan ini. “cukup kasus satu ini saja agar menjadi catatan penting. Jangan lagi ada kejadian yang sama,” tegasnya. Menurutnya, salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja pemerintahan dan kemajuan sebuah wilayah adalah dapat mengentaskan persoalan kemiskinan. “Apabila hal ini terjadi kembali maka kami FMB dan seluruh mahasiswa, tidak akan segan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah yang tidak berjalan seusai dengan tupoksi nya.” Tandas Erick Setiawan.
JAY

Post Author: Adminnr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *