BEM SE-BOGOR ANGKAT BICARA SOAL AKSI SEMMI DI BALAIKOTA

BOGOR,-RAJAKABAR.COM,- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bogor angakat bicara soal aksi semmi di Balaikota yang terjadi kontak fisik antara mahasiswa dan aparat kepolisian pada hari senin 22/07/19 lalu.

Muhamad Abdul Mukhtar Ketua BEM Se-Bogor menuturkan, aksi Semmi Cabang Bogor kemarin yang mempersoalkan THM Imahalo Resto Bogor yang di duga tidak berizin. Sehingga SEMMI Cabang Bogor menuntut Walikota Bogor menindak Kadis Perizinan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) karena melakukan pembiaran terhadap THM tak berizin. Tuturnya.

Memang tempat tersebut harus segera ditindak tegas jika restauran tetap membandel menjual miras sementara izin belum diperoleh. Oleh karenanya pengelola harus patuh dan taat kepada aturan Pemerinyah Kota (Pemkot) Bogor bahwa selama belum mengantongi izin tidak akan menjual minuman beralkohol, baik golongan A, B dan C dan hanya boleh menjual makanan dan minuman biasa.tegas muktar.

Kemudian tidak boleh ada penampilan Disc Jockey (DJ) serta pesanan makan dan minum terakhir pukul 00.00 WIB.

Akan tetapi sangat di sayangkan di akhir aksinya sempat terjadi kontak fisik antara mahasiswa dan aparat kepolisian dan Pol PP yang berujung penahanan terhadap 3 mahasiswa. Padahal dalam melaksanakan aksi unjuk rasa dilindungi oleh Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat di Muka Umum. Ucapnya.

Penulis : Igoy/Putri

Post Author: Yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *