PASCA ALAMI LONGSOR, JALAN JEMBATAN PARANJE DIBANGUN TAHUN DEPAN

RUMPIN – Bencana longsor yang terjadi pada separuh badan jalan sekitar jembatan Paranje yang merupakan akses penghubung antar desa dan antar kecamatan, kemungkinan baru bisa diperbaiki tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Soebiantoro saat dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsApp. Meski begitu, lanjutnya, pihak PUPR sudah melakukan penanganan sementara dulu. “Insya Allah tahun depan di anggaran, karena mesti lelang.” Jawabnya singkat.

Sementara Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) Kecamatan Rumpin Mulyadi mengatakan, penanganan ambrolnya jalan Paranje sudah dikoordinasikan pihaknya dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang. “tim dari Dinas PUPR sudah melakukan cek lokasi. Proses selanjutnya tetap akan ditangani dan dikoordinasi ole Dinas PUPR,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Rumpin pada Rabu (28/8), membuat tembok penahan tanah (TPT) di sekitar jembatan Paranje ambrol. Hal inipun berakibat pada longsornya badan jalan sepanjang 27 meter dan lebar 3.80 meter. “TPT dan badan jalan yang longsor tepatnya berada di ruas jalan Kampung Sawah – Leuwiliang STA 12.4 Kecamatan Rumpin.” ungkap Mulyadi.

Sedangkan terkait penanganan lalulintas perhubungan yang sempat terputus terutama untuk kendaraan roda 4 (mobil), Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dishub Kabupaten Bogor Bisma Wisuda mengatakan, sementara ini jalur lalu lintas dialihkan ke jalan alternatif Kampung Dukuh Malang – Cikadu – Leuwihalang. “Disekitar lokasi juga telah dipasang papan tanda bahaya dan larangan melintas bagi kendaraan roda empat. Kalau sepeda motor masih bisa lewat.” Pungkasnya.

JAY

Post Author: Yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *