DIDUGA JOKI PILKADES DI GELANDANG KE POLSEK SUKARAJA.

Rajakabar.com – ,sukaraja
Pilkades yang digelar 3 Nopember 2019 di Desa Cadasmgampar, Kecamatan Sukaraja, Bogor, penuh kecurangan, diantaranya seorang mahasiswa inisial HCR perguruan tinggi Kampus di sentul Bogor ditangkap Polisi, Selasa ( 05/11) .

HCR ditangkap dikontrakannya di Kp babakan Jengkol, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babattkan Madang, pukul 22.30 Wib, oleh para Timses calon Kades No. 02 Lilis Saodah, selanjutnya HCR yang masih menempuh S2 di perguruan tinggi  Sentul tersebut diserahkan Ke Polsek Sukaraja Bogor.

Safrudin Timses No.02 Lilis Saodah kepada kepada awak media mengatakan, tersangka HCR disuruh oleh Ibu Dede istri Jejen calon No.01. Kuat dugaan bahwa HCR menggunakan surat undangan untuk mencoblos atas nama orang lain.

Ketika ditanya oleh timses tersangka tidak mengakui namun setelah ada bukti tinta bekas pencoblosan jari kanan tersangka, ia mengakui bahwa dia telah melaksanakan hak pilihnya di Dapil II dari RW 02 terdiri dari 7 RT, padahal HCR bukan penduduk Desa Cadasngampar, dia adalah warga Jawa Timur, ujar Safrudin Sekarang kuliah di perguruan tinggi di komplek Andalusia sentul Bogor.

Dikatakan, banyak aparat Ketua RT dan RW , LPM, Kader Posyandu, TP PKK terlibat dalam Timses Jejen calon No.01, hal tersebut jelas terlihat ketika dilakukan penghitungan suara di Dapil II hingga dua kali penghitungan karena banyak kejanggalan sesuai DPT yaitu sebanyak 1. 780 hak pilih yang hadir sesuai surat suara masuk 1.600, dari situlah kuat indikasi joki hak pilih dilakukan oleh pihak calon No. 01.

Wakapolsek Sukaraja AKP Asyikin ketika dikonfirmasi berantasonline.com, via telepon Rabu mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap HCR untuk melengkapi bukti bukti tindak pidananya.

Masih banyak kejanggalan lain , lanjut Safrudin, yakni many politik, intimidasi dan kampanye gender, dengan haram memilih pemimpin dari perempuan. Timses No. 02 memiliki bukti foto, rekaman, dan vidio atas pelanggaran tersebut. BPD pun diam saja padahal faktanya sudah jelas tidak dilakukan pengawasan, bahkan ketara sekali mendukung calon petahana.

Pilkades Desa Cadasngampar yang diikuti dua calon yakni calon No. 01 Jejen dan calon No. 02 Lilis Saodah, dengan DPT Desa Cadasngampar sebanyak 4.923 hak pilih.

Hingga berita ini diturunkan Calon No. 02 Lilis Saodah masih melengkapi Laporan Polisi di polres Bogor bersama pihak pengacaranya, sementara Timses terus melengkapi bukti bukti laporan yang akan diserahkan ke Panitia Pilkades Desa Cadasngampar.
Lilis saoda berharap dengan kecurangan yang di lakukan dengan mengunakan joki bisa di tindak tegas oleh penegak hukum, atas nama demokrasi dan pilkades jurdil saya meminta kepada pemerintah kabupaten bogor untuk di diskualifikasi atas nama jejen calon kades no 1.

Lanjut lilis ini demi pendidikan politik yang baik untuk masarakat agar pemerintahan yang akan datang tidak ada kecurangan tegas lilis.

Jhon p.simajuntak membenarkan bahwa hari ini di kecamatan sukaraja mengkawal lilis saoda no urut o2, prosedur tetep kami akan lakukan yaitu kita buat pengaduan ke panitia pilkades ,di lanjutkan ke panitia kecamatan ,dan akan kita kawal sampai ke panitia kabupaten ,saya berharap dengan bukti ” yang ada kami meminta untuk di tunda pelantikan sampai proses ini kita lakukan , demi pilkades dan demokrasi yang baik ,dan untuk pelangaran pidana terus kita akan kawal , agar ini menjadi pembelajaran tegas nya.

Azis ketua panitia pilkades cadas ngampar ketika di konfirmasi oleh awak media mengatakan belum siap untuk di konfirmasi dan bergegas meningalkan kantor desa.
(Rif)

Post Author: admin putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *