BERJUANG DEMI PEMBELAJARAN DEMOKRASI UNTUK MASARAKAT DAN RASA KEADILAN

KABUPATEN BOGOR – ,RAJAKABAR. COM -,Calon Kepala Desa Cadasngampar nomor urut 2 Lilis Saodah mengaku tidak puas dengan hasil musyawarah yang dilaksanakan Panitia Pilkades Cadasngampar terkait dugan kecurangan yang dilakukan oleh calon Kepala Desa Petahana nomor urut 1 Jejen.

“Yang jelas, hasil mediasi ini sangat tidak memuaskan, kami tolak semua atas penjelasan daripada ketua panitia. Dan, kami akan melakukan langkah selanjutnya yaitu mengikuti peraturan yang memang sudah ada melalui proses dari tingkat desa langsung tingkat kecamatan nanti sampai tingkat kabupaten,” tutur Lilis kepada sejumlah wartawan usai melaksanakan musyawarah di aula kantor Desa Cadasngampar. Jum’at, (08/11/19).

Saya di sini, kata Lilis, bukan atas nama pribadi lagi. Saya mewakili warga Cadasngampar dan mewakili desa ” lain sebagai pembelajaran untuk demokrasi ke depan, tidak ada lagi kecurangan seperti hal ini yang memang sudah dilakukan di luar batas.

Jadi, lanjut lilis calon kades no urut 2, saya disini mohon kepada aparatur ataupun pemerintah terkait untuk peduli dengan kasus seperti ini, bagaimana menindaklanjutinya dengan ada kejanggalan apalagi penggelembungan suara itu sudah merugikan warga,” terangnya.

Selain itu, Lilis juga memohon kepada awak media mengawal masalah tersebut agar tercipta demokrasi yang adil dan jujur (jurdil dan luber)

“Saya mohon kepada awak media, untuk ikut serta membantu dan mengawal masalah hal ini agar mendapatkan suatu demokrasi yang adil. Salah satu contoh buat desa yang lain bahwasanya kita mengedepankan keadilan dan kejujuran demokrasi yang memang diharapkan oleh warga khususnya Desa Cadas ngampar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Lilis juga memita kepada Bupati Bogor, Dinas terkait dan pihak penyelenggara agar mendiskualifikasi calon nomor urut 1,karna suda termasuk pelangaran sistematis dan masip dan terorganisir.

Ketua panitia Pilkades Cadasngampar H. Ajis, mengatakan, mediasi antara pihak calon Kades 01 dan 02 tidak menemukan hasil apapun. Karena, kata Ajis meskipun pihaknya sudah menjelaskan sesuai aturan dan Perbub, pihak 02 tetap menolak dan akan melanjutkan ke tingkat Kecamatan.

“Walaupun saya telah menjelaskan dengan sedetail mungkin sesuai dengan aturan apa yang ada pada kepanitiaan sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh perbub maka hasilnya adalah pihak 02 tidak menerima hasil mediasi pada kesempatan hari ini,” kata Ajis yang juga selaku Pimpinan sidang.

Untuk selanjutnya, lanjut Ajis dari panitia tingkat Desa 7 hari setelah H + 7 itu diadakan mediasai, kalau memang tidak menerima di persilahkan kepada 02 di mediasika ditingkat kecamatan.

Ia berharap, pihak kecamatan bisa menyelesaikan kasus tersebut. “Saya berharap pihak Kecamatan bisa menyelesaikan kasus tersebut agar tidak sampai ketingkat Kabupaten,” imbuhnya.

Adapun, kata dia yang menyangkut hukum itu rananya di Kepolisian. Ajis menjelaskan, berdasarkan aturan yang dilihatnya pihak dari 01 tidak akan terkena diskualifikasi, terkecuali memang Bupati itu sendiri yang mendiskualifikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Cadasngampar Didin mengaharapkan masyarakat tidak terpecah belah dengan adanya hal tersebut.

“Saya selaku Pjs Kepala Desa Cadasngampar mengharapkan masyarakat tetap menjaga kondusifitas, biarkan hal ini berlajut sesuai aturan dan hukum yang berlaku,” katanya.

Ia juga mengajak para tokoh, baik ulama setempat untuk melakukan langkah-langkah agar tidak terjadi hal-hal yang di inginkan. “Saya memohon kepada kedua belah pihak bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan cara baik-baik,”pungkasnya. (rif)

Post Author: admin putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *