AKTIFIS LINGKUNGAN MENILAI PERBAIKAN JALAN HANYA PEMBOROSAN ANGGARAN

RAJAKABAR.COM | GUNUNGSINDUR – Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah utara Kabupaten Bogor terus terulang setiap tahun. Sejumlah pihak menilai, kerusakan ini akibat adanya transportasi tambang dengan jumlah armada yang banyak serta lalu lintas kendaraan yang padat.

Selain itu, sejumlah aktifitas lingkungan juga menegaskan, kondisi kerusakan jalan dan jembatan juga akibat tidak adanya kemauan dan ketegasan pemerintah dalam menerapkan berbagai peraturan perundang-undangan. “Saat ini, seluruh jalan yang dilintasi truk angkutan tambang adalah jalan kelas Kabupaten dan Provinsi yang kekuatan tonase nya jauh dibawah tonase muatan isi truk tambang. Wajar saja jalan dan jembatan terus – terusan rusak,” ungkap Yusmansyah (38) seorang aktifis lingkungan di Gunungsindur, Minggu (9/2/2020).

Yus, sapaannya, menegaskan, akibat kerusakan yang hampir terjadi setiap tahun di wilayah Kecamatan Gunungsindur, Rumpin dan Parungpanjang, pemerintah harus terus menerus merogoh kocek uang rakyat untuk memperbaiki sarana infrastruktur tersebut. “Jadi bangun rusak, bangun rusak, bangun rusak. Terus saja begitu dan begitu. Ini sama saja pemborosan anggaran yang notabene adalah uang rakyat.” Tandasnya.

Hal senada diungkapkan Junaedi Adi Putra selaku Ketua Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT). Menurutnya, proyek perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan seolah menjadi proyek abadi. Dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan pemerintah tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan akar masalah nya yaitu usaha tambang dan transportasi tambang. “Tertibkan usaha tambang, tertibkan transportasi tambang. Segera buat jalur khusus tambang. Itu akar masalahnya.” Tegas Junaedi.

Sementara terakit kerusakan berbagai sarana infrastruktur jalan di wilayah Utara Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin, Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berjanji akan segera memperbaikinya. Kepala UPT Infrastruktur Jalan wilayah Parung Candra Trikaya mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki beberapa ruas jalan dan jembatan. “Jalan Gunungsindur – Jampang – Ciseeng akan diperbaiki. Demikian pula jembatan baru Gerendong penghubung Ciseeng dan Rumpin akan segera dibangun kembali.” ujarnya.

Sedangkan Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang Zaitun Nur Azizah mengatakan, pihaknya juga telah mengajukan berbagai usulan perbaikan untuk beberapa ruas jalan kabupaten dan jembatan, yang saat ini kondisinya rusak. “Salah satunya usulan perbaikan jembatan Paranje Kecamatan Rumpin yang rusak akibat longsor.” Ungkapnya.

Ket. Foto :

~ Beberapa siswi sekolah tampak kesulitan melintasi jalan yang rusak parah di wilayah Kecamatan Gunungsindur, tepatnya di ruas jalan penghubung Desa Gunungsindur – Jampang hingga Kecamatan Ciseeng.

Post Author: admin putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *