CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA, CAMAT PARUNG LAKUKAN SEJUMLAH LANGKAH KEBIJAKAN

RAJAKABAR.COM|,-PARUNG – Kabupaten Bogor merupakan salah satu dari 8 wilayah di Provinsi Jawa Barat yang rentan terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19. Hal inipun sudah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kunjungannya ke Kota Bogor, beberapa hari lalu. Bupati Bogor Ade Yasin juga telah mengeluarkan sejumlah surat edaran dan imbauan untuk mencegah penyebaran virus Corona ini di wilayah Kabupaten Bogor.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kecamatan Parung melakukan sejumlah langkah dan cara untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid 19. Camat Parung Yudi Santosa menjelaskan, ada sekitar 10 langkah kebijakan yang telah dan akan dilakukan Pemcam Parung. “Langkah – langkah tersebut sudah kita sosialisasikan dan lakukan guna mencegah penyebaran virus Corona.” jelas Yudi Santosa, Senin (23/3/2020).

Sejumlah langkah kebijakan Pemcam Parung gun mencegah penyebaran Covid 19 tersebut adalah :
(1) Internal kantor Kecamatan Parung telah menerapkan sistem work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.
(2). Pelayanan Mall Mini Pelayanan Publik (Papi Mami) tetap dibuka dengan protokol kesehatan seperti penyemprotan disinfektan rutin setiap sore.
(3). Pemasangan beberapa kran air dan penyediaan sabun pencuci tangan di depan pintu masuk.
(4). Penyediaan handsanitizer dan tempat antrian serta tempat duduk yang berjarak aman.
(5). Penyemprotan disinfektan pada sejumlah fasilitas pelayanan publik dan fasilitas umum seperti kantor KUA, Mesjid, Polsek, Puskesmas, Pasar dan lainnya.
(6). Melakukan sosialisasi keliling tentang social distancing dan upaya pencegahan penyebaran virus Corona ke semua wilayah kecamatan .
(7). Melakukan pengawasan tempat hiburan atau taman rekreasi dan meminta para pemilik untuk menutup sementara kegiatannya.
(8). Monitoring sejumlah toko dan swalayan terutama mini market seperti Alfamart, Indomart dan sebagainya untuk menyediakan handsanitizer serta mengatur jarak antrian pembeli.
(9). Memonitor restoran atau tempat kuliner agar rutin membersihkan lingkungan serta menyediakan handsanitizer.
(10). Meminta Puskesmas Parung dan Puskesmas Cogreg untuk standbye semaksimal mungkin dengan merubah sistem keluar masuk pelayanan kesehatan.
(11). Memerintahkan dan memonitor sekolah atau lembaga pendidikan untuk melakukan kegiatan UKS secara rutin.
(12). Memerintahkan para Kepala Desa melalui Ketua RT/RW untuk mendata warga terutama keluarg pra sejahtera yang terimbas menurunnya kegiatan perekonomian akibat penanganan wabah pandemi Corona. Sehingga apabila dimungkinkan anggaran DD dapat digeser untuk membantu pemberdayaan masyarakat miskin yang terdampak.

Ket. Foto :

~ Camat Paring Yudi Santosa.

 

YA

Post Author: admin putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *