SUKA DUKA PASANGAN MENIKAH DI TENGAH” BADAI VIRUS COVID 19

RAJAKABAR.COM|BOGOR,-Prosesi perniakahan di musim kondisi negara sedang di landa oleh bencana virus yang sedang mendunia, termasuk indonesia yang juga terdampak bencana, dan himbauan pemerintah dan maklumat pemerintah untuk membatasi kerumunan masyarakat. Kamis tanggal 26/03/2020.

Prosesi sederhana dan sangat berhati ” Namun tetap di lakukan, namun semua serba di batasi oleh pihak KUA. (kantor urusan Agama).Kecamatan citeureup.

Akad tetap bisa di langsungkan dengan sarat yang berbeda dengan kondisi negara sedang aman terkendali.

Hingga suasana tentunya berbeda dengan kebiasaan yang ada. Karena pernikahan yang di ikuti dengan pesta ” mengudang masyarakat dengan tujuan mengikarkan bahwa pasangan sudah melakukan pernikahan dan menghindari fitnah, apabilah terdapat bersama” dalam segalah suasana oleh masyarakat. Namun sedih dan bahagia dirasakan oleh pasangan muda dity Asria kahfi dengan arif.

Warga dusun kamurang rt 3 rw 6 desa puspasari kecamatan citeureup. Sederhana sunyi namun tidak mungarangi ke sakralan dan makna pernikahan.

Sebab inti pernikahan bukan ramai ” atau pesta nya Namun sah menurut Agama itu yang terpenting.

Saya berharap di pernikahan saya ini semata ” melaksanakan kewajiban dan perintah Allah yang tertulis dalam alqur’an nul karim. Dan ridho Allah dan jadi keluarga yang samawa dan berkah.

Di samping itu tidak adanya pesta menghindari kerumunan masyrakat di mana di tahun ini sejak merebak nya penyebaran virus covid 19. Maklumat kapolri untuk tidak lakukan kerumanan masyarakat dengan jumlah banyak. Di samping untuk menghindari dan memutus mata rantai penyebaran virus.

Juga ada sangsi dari kepolisian negara republik indonesia, apabila tetap lakukan pesta pernikahan, akan di bubarkan dan sangsi penjara 1 tahun kurungan. Tegas ke dua mempelai kepada awak media.

Penghulu KUA Jamil menuturkan setelah selesai pernikahan bahwa ini kewajiban yang kami harus lakukan walaupun dalam kondisi bencana virus melanda.

Namun kita ikuti anjuran pemerintah, berkumpul (10) orang maksimal. Dan di lengkapi peralatan tambahan seperti pengantin wajib mengunakan masker, sarung tangan. Termasuk semua tidak terkecuali,

Terasah berbeda dengan suasan sebelum adanya covid 19 yang melanda bumi pertiwi indonesia tercinta.

Tapi apapun itu kita wajib mentaati demi kebaikan kita bersama, memutus mata rantai penularan covid 19.

Semogga kondisi seperti ini cepat berakhir dan indonesia bebas dari virus hingga semua bisa kembali normal, Papar jamil penghulu

RIF

Post Author: admin putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *