ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI 212 MART

Uswatun Hasanah, Ibdalsyah, Devi
Program Studi Ekonomi Syariah, FAI, Universitas Ibn Khaldun Bogor
Email: wawahasanah03@gmail.com, Buyaibdalsyah@gmail.com, abristasmart@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian di 212 mart di jl. taman cimanggu raya, kedung waringin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasinya ialah para konsumen 212 mart. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu regresi linear berganda dengan jumlah sampel 40 responden dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil dari penelitian ini ternyata variabel produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di212 mart, variabel harga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian 212 mart, variabel pelayanan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian 212 mart dan variabel lokasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian 212 mart.dari hasil penelitian ini sebaiknya 212 mart lebih meningkatkan produk yang lebih lengkap lagi, Harga yang ditawarkan 212 bisa lebih terjangkau lagi sehingga banyak peminat pembelian di 212 mart, penampilan gedung dan interior bangunan bisa dibikin lebih menarik lagi agar minat para konsumen untuk melakukan pembelian di toko 212 mart meningkat, dan pelayanan yang diberikan kepada para konsumen 212 mart dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh konsumen.
Kata kunci : Produk, Harga, Pelayanan, Lokasi, keputusaan pembelian

ABSTRACT
This study aims to determine what factors influence purchasing decisions at 212 mart at jl. Taman Cimanggu Raya, Kedung Waringin. This study uses a quantitative approach. Its population is 212 mart consumers. The method used in this study is multiple linear regression with a sample size of 40 respondents and the sampling technique in this study is accidental sampling. The results of this study show that the product variable has a positive and significant influence on purchasing decisions at 212 mart, the price variable has a positive and significant effect on the purchase decision 212 mart, the service variable has a positive and significant influence on purchasing decisions 212 mart and the location variable has a positive and significant influence. The results of this study suggest that 212 marts should improve a more complete product, The price offered by 212 can be even more affordable so that many buyers are interested in purchasing at 212 marts, the appearance of the building and the interior of the building can be made more attractive so that interest can be made. consumers to make purchases at 212 mart stores have increased, and the services provided to 212 mart consumers can be enjoyed and felt by consumers.

Keywords: Product, Price, Service, Location, purchase decision.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Koperasi sudah sangat dikenal sebagai salah satu bentuk badan usaha, sama terkenalnya dengan firma, PT. (Persereoan terbatas) atau CV. Koperasi diindonesia terus berkembang baik dari sisi jumlah koperasi dan jumlah anggotanya.Dari sisi jumlah, data kementrian Negara koperasi dan UKM menyebutkan pada tahun 2015 mencapai 212.135 unit namun setelah pemutakhiran data menunjukan koperasi yang aktif hanya 150,223 dan sekitar 62,000 koperasi tidak aktif dibubarkan. Untuk saat ini data anggota perdesember 2018 sebanyak 166 orang dari total keseluruhan sebanyak 340 orang atau sebesar 48% dengan 4 bidang usaha koperasi kesra meliputi simpan, pinjam, pemesanan tiket pegawai, kemenko PMK, pengelolaan kantin dan kerja sama dengan pihak lain. Semua bidang usaha juga telah terlaksana dengan baik dan cukup memuaskan, tetapi masih ada yang perlu dimaksimalkan dan di tingkatkan lagi terutama dalam mutu keterlaksanaan bidang usaha dan koordinasi antar bidang usaha agar terus meningkat (kemenkopmk.go.id, 2019).
Koperasi Syariah terus berkembang diindonesia, baik dalam bentuk BMT dan lainnya. Berdasarkan data dari kementerian koperasi dan UKM yang disampaikan oleh Braman Setyo pada tahun 2016, jumlah unit usaha koperasi mencapai 150.223 unit usaha, dari jumlah tersebut 1,5% merupakan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS). Tercatat jumlah KSPPS sebanyak 2,253 unit dengan anggota 1,4 juta orang. Modal sendiri mencapai Rp 968 miliar dan modal luar Rp 3,9 triliun. Dengan volume usaha Rp 5,2 triliun (koperasisyariah212.co.id, 2019).
Koperasi ini merupakan spirit berkelanjutan dari Aksi Bela Islam 212 yang idenya pertama kali muncul dari Ega Gumilar (Ketua Barisan Putra Putri Indonesia). Setelah melalui serangkain pertemuan dan musyawarah yang melibat banyak pihak, koperasi ini pun terbentuk dan Muhammad Syafii Antonio diangkat sebagai ketua umumnya. Koperasi syariah ini memberikan tekanan pada nilai-nilai islam yang ada pada ritelnya seperti : menyediakan produk yang seluruhnya telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI, hingga menghentikan transaksi saat masuk waktu solat. Di Indonesia, koperasi syariah muncul berkisar pada tahun 2017 yang dipelopori oleh koperasi 212 mart yang dilatar belakangi dari aksi damai pada tanggal 2 Desember 2016 dalam kasus penistaan agama oleh salah satu gubernur di Indonesia. Gerakan ini semakin gencar dalam menjaga nilai-nilai islam termasuk dalam hal ekonomi. Mereka mulai mendirikan jaringan ritel yang bernafaskan islami dibawah koperasi syariah 212. Mereka menamakan gerai ritel tersebut dengan 212 mart yang pertama kali dibuka pada bulai mei 2017 di kota Bogor. Jaringan ritel ini telah mampu berkembang di Indonesia dengan lebih dari 100 gerai dalam kurun 9 bulan. Dan koperasi ini menargetkan melakukan pengembangan hingga 250 gerai di akhir 2018, dengan mengusung konsep islami (koperasisyariah212.co.id, 2019).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, dapat dikemukakan rumusan masalah yang perlu diidentifikasi dalam menjelaskan penelitian yang sesuai. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian di 212 mart di jl. taman cimanggu raya, kedung waringin?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian secara subtansial adalah upaya memecahkan masalah sebagaimana yang telah dirumuskan sebelumnya. Maka rumusan masalah itulah yang akan didapatkan hasil yang menunjukan perolehan pasca penelitian, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian di 212 mart di jl. taman cimanggu raya, kedung waringin
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi. Jika sasaran pasarnya sudah ditentukan melalui riset pemasaran, maka perusahaan harus membuat suatu rencana yang baik untuk memasuki segmen pasar yang dipilih. Keputusan-keputusan dalam pemasaran dapat dikelompokkan kedalam empat strategi, yaitu: strategi produk, strategi harga, strategi produksi, dan strategi promosi. Kombinasi dari keempat strategi tersebut akan membentuk marketing mix(basu & Ibnu,2016).
B. Keputusan Pembelian
Menurut Kotler (2009) keputusan pembelian dipengaruhi oleh perilaku konsumen dan titik tolak untuk memahami perilaku pembeliaan adalah dengan model dorongan tahapan (stimulus-respond model), Model perilaku pembelian konsumen meliputi dorongan pemasaran, dorongan lain, psikologi konsumen, karakteristik konsumen, proses keputusan pembelian dan yang paling akhir yaitu keputusan pembelian. Menurut Assauri (2004) keputusan pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
C. Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
Menurut Nickels,James McHugh,Susan McHugh (2010), Ada beberapa pengaruh yang mempengaruhi pembelian konsumen: variabel bauran pemasaran (P); pengaruh psikologi, seperti persepsi dan sikap; pengaruh situasional, seperti jenis pembelian dan keadaan fisik; pengaruh sosiokultural, seperti kelompok referensi dan kultur.
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini dilakukan di 212 mart Taman cimanggu raya kedung waringin kecamatan tanah sareal, Adapun waktu penelitiannya pada bulan September 2020 dengan menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan non eksperimen. Penelitian ini bermaksud menguji produk, harga, pelayanan, lokasi terhadap keputusan pembelian konsumen pada 212 mart taman Cimanggu. Untuk mengetahui besar pengaruh variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Data yang diperoleh dari 40 responden selanjutnya ditabulasi dan dianalisis dengan uji regresi linier berganda menggunakan program SPSS versi 16.0. Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli/konsumen yang pernah melakukan pembelian di 212 mart jl johar cimanggu bogor.
B. Populasi
Populasi tidak terhingga yaitu populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secar kuantitatif. Oleh karenanya luas populasi bersifat tak terhingga dan hanya dapat dijelaskan secara kualitatif.(bungin,2009).
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian di 212 mart yang ada di taman cimanggu.
C. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan untuk dana, tenaga, dan waktu. maka peneliti dapat mengunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili) (sugiyono,2017).
Dalam penelitian ini, tidak seluruh anggota populasi diambil melainkan hanya sebagian dari populasi. Roscoe dalam buku research method for bussines(1982) memberikan saran-saran tentang ukuran sampel untuk penelitian seperti berikut ini:
1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30-500.
2. Bila sampel dibagi dalam kategori misalnya: (pria>wanita, pegawai negri/swasta dll)maka jumlah anngota sampel setiap kategori minimal 30.
3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate(korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti.misalnya variabelpenelitiannya ada 5 (independen+dependen), maka anggota sampel =10 x 5=50.
4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok control maka anggota sampel masing masing kelompok antara 10 s/d 20. Jumlah sampel dengan hasil sebagai berikut: 10 x 4 (jumlah variabel independen) = 40 (sugiyono,2017). Jadi, berdasarkan perhitungan diatas diperoleh jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 40 responden.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (sugiyono,2017).. Metode yang digunakan adalah accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetukan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (sugiyono,2017).
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Analisis Deskripsi Data
a. Deskripsi Data Responden
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan mulai pada bulan September 2020 di 212 mart jl taman cimanggu. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada penelitian ini variabel bebas adalah pengaruh produk, harga, pelayanan, lokasi sedangkan variabel terikat adalah keputusan pembelian. Pengambilan data ini dilakukan dengan cara metode observasi dan kuesioner yang diberikan kepada responden. Penulis menggunakan 40 kuesioner sebagai bahan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Kemudian adapun karakteristik responden dalam penelitian ini sebagai berikut:

Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan keterangan pada diagram diatas, dapat diketahui tentang jenis kelamin konsumen 212 mart yang diambil sebagai responden. Jenis kelamin yang paling banyak adalah jenis kelamin laki-laki 27 orang atau 67% dan jumlah responden perempuan yaitu 13 orang atau 33%. Dari keterangan tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar konsumen 212 mart jl taman cimanggu yang diambil sebagai responden dalam penelitian ini adalah laki-laki.

Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan keterangan pada diagram diatas dapat diketahui tentang pendidikan terakhir konsumen 212 mart yang diambil sebagai responden penelitian. Pendidikan responden paling banyak adalah perguruan tinggi sebesar 29 orang atau 73% dan responden lain pendidikan SMA sebanyak 9 orang atau 22%, SMP 2orang atau 5%.
2. Uji Instrumen Penelitian
A. Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2017), Penentuan valid atau tidaknya item yang digunakan, maka kegiatan yang harus dilakukan adalah membandingkan rhitung dengan rtabel, dimana taraf signifikansi yang digunakan adalah 0,05 atau 5% dengan n = 40 sehingga rtabel dalam penelitian ini adalah : r (0,05; 40-2 = 38) = 0,320 untuk mengetahui tingkat validitas tersebut, maka akan dilakukan terlebih dahulu perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 16. Adapun hasil output perhitungan uji validitas dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 4.6
Hasil Uji Variabel Produk
Item (X1) Rhitung Rtabel Keterangan
Produk 1 0,845 0,320 Valid
Produk 2 0,784 0,320 Valid
Produk 3 0,683 0,320 Valid
Produk 4 0,711 0,320 Valid
Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.6 maka dapat dilihat semua item pada variabel tersebut memiliki nilai r rhitung yang lebih besar dan positif dari rtabel. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan yang ada dalam variabel tingkat keputusan pembelian adalah valid.
Tabel 4.7
Hasil Uji Variabel Harga
Item (X2) Rhitung Rtabel Keterangan
Harga 1 0,731 0,320 Valid
Harga 2 0,663 0,320 Valid
Harga 3 0,554 0,320 Valid
Harga 4 0,567 0,320 Valid
Harga 5 0,834 0,320 Valid
Harga 6 0,603 0,320 Valid
Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.10 maka dapat dilihat semua item pada variabel tersebut memiliki nilai r rhitung yang lebih besar dan positif dari rtabel. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan yang ada dalam variabel tingkat keputusan pembelian adalah valid.

Tabel 4.8
Hasil Uji Variabel Pelayanan
Item (X3) Rhitung Rtabel Keterangan
Pelayanan 1 0,799 0,320 Valid
Pelayanan 2 0,711 0,320 Valid
Pelayanan 3 0,804 0,320 Valid
Pelayanan 4 0,760 0,320 Valid
Pelayanan 5 0,690 0,320 Valid
Pelayanan 6 0,782 0,320 Valid
Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.10 maka dapat dilihat semua item pada variabel tersebut memiliki nilai r rhitung yang lebih besar dan positif dari rtabel. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan yang ada dalam variabel tingkat keputusan pembelian adalah valid.
Tabel 4.9
Hasil Uji Variabel Lokasi
Item (X4) Rhitung Rtabel Keterangan
Lokasi 1 0,803 0,320 Valid
Lokasi 2 0,852 0,320 Valid
Lokasi 3 0,904 0,320 Valid
Lokasi 4 0,846 0,320 Valid
Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.9 maka dapat dilihat semua item pada variabel tersebut memiliki nilai r rhitung yang lebih besar dan positif dari rtabel. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan yang ada dalam variabel tingkat keputusan pembelian adalah valid.
Tabel 4.10
Hasil Uji Variabel Keputusan pembelian
Item (X1) Rhitung Rtabel Keterangan
Keputusan pembelian 1 0,800 0,320 Valid
Keputusan pembelian 2 0,061 0,320 Valid
Keputusan pembelian 3 0.744 0,320 Valid
Keputusan pembelian 4 0,744 0,320 Valid
Keputusan pembelian 5 0,811 0,320 Valid
Keputusan pembelian 6 0,805 0,320 Valid
Keputusan pembelian 7 0,751 0,320 Valid
Sumber : Data yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.10 maka dapat dilihat semua item pada variabel tersebut memiliki nilai r rhitung yang lebih besar dan positif dari rtabel. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan yang ada dalam variabel tingkat keputusan pembelian adalah valid.
B. Uji Realibilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Untuk mengukur reliabilitas dengan menggunakan uji statistic adalah Cronbach Alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach Alpha lebih dari 0,60 ( > 0,60) (Restiani,2016).Hasil pengujian reliabilitas instrument menggunakan alat bantu oleh statistic SPSS 16. Adapun hasil output dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut:
Tabel 4.11
Uji Relibilitas
Realibility Coefficients Cronbach Alpa Keterangan
X1 ( 4 item) 0,750 Reliabel
X2 (6 item) 0,794 Reliabel
X3 (6 item) 0,899 Reliabel
X4 (4 item) 0,870 Reliabel
Y (7 item) 0,838 Reliabel
Sumber : Data SPSS yang diolah, 2020
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa semua varsiabel memiliki Cronbach Alpha lebih dari 0,60 (α > 0,60), sehingga dapat dsimpulkan bahwa semua variabel yang berjumlah 27 items adalah reliabel.
C. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas Data
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirov, dengan uji ini dapat diketahui data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Apabila Signifikan > 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal dan begitu juga sebaliknya (Nuryadi, Astuti, Utami dan Budiantara, 2017).
Tabel 4.12
One Sample Kolmogorov-smirov Test
Unstandardized Residual
40
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 3,05513144
Most Extreme Differences Absolute ,088
Positive ,077
Negative -,088
Test Statistic ,088
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

Tabel 4.13
Hasil Uji Multikolinieritas

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -,261 3,274 -,080 ,937
produk ,298 ,247 ,165 1,205 ,236 ,543 1,840
Harga ,340 ,190 ,271 1,791 ,082 ,447 2,239
pelayanan ,345 ,158 ,303 2,181 ,036 ,530 1,886
lokasi ,442 ,233 ,260 1,901 ,066 ,546 1,830

Sumber: Data SPSS yang diolah,2020
Hasil uji normalitas terhadap nilai residual dari Persamaan regresi, menunjukan nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,088 dengan probabilitas sebesar 0,752.
Maka dapat diartikan dari nilai probabilitas sebesar 0,888> 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.
D. Uji Multikolinieritas

Sumber: Data yang diolah, 2020
Mendeteksi adanya gejala multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF), berdasarkan pengolahan data dengan SPSS 16.0.
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nilai tolerance dan VIF terhadap produk sebesar 0,543 dan 1,840,harga 0,447 dan 2,239, pelayanan 0,530 dan 1,886, sedangkan lokasi nilai tolerance 0,546 dan VIF 1,830.
Dari hasil tersebut menunjukan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10, maka variabel penelitian pada kuesioner ini dianggap bebas dari gejala multikolinieritas.
E. Hasil Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi Linier Berganda
Uji regresi linier berganda digunakan pada penelitian ini ialah untuk menguji pengaruh antara variabel independen yaitu produk (X1), harga (X2), pelayanan (X3) dan lokasi (X4) secara bersama-sama dengan satu variabel dependen yaitu keputusan pembelian (y) dalam sebuah bentuk persamaan.Berikut adalah hasil uji regresi linier berganda yang dilakukan pada responden konsumen 212 mart jl taman cimanggu kedung waringin bogor dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.14
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -,261 3,274 -,080 ,937
Produk ,298 ,247 ,165 1,205 ,236 ,543 1,840
Harga ,340 ,190 ,271 1,791 ,082 ,447 2,239
pelayanan ,345 ,158 ,303 2,181 ,000 ,530 1,886
Lokasi ,442 ,233 ,260 1,901 ,066 ,546 1,830
a. Dependent Variable: keputusan
Sumber : Output SPSS yang diolah,2020
Berdasarkan hasil tabel diatas analisis regresi linier berganda yang dilakukan analisis statistics dengan menggunakan software SPSS versi 16. Dengan memperhatikan angka yang berada pada kolom Understandardzed Coefficients Beta. Maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut:

Y= -0,261+0,298+0,340+0,345+0,442
1. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai Y akan berubah dengan sendirinya sebesar nilai konstanta yaitu 0,261
2. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai Y akan berubah sebesar 0,298 setiap satu satuan X1
3. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai Y akan berubah sebesar 0,340 setiap satu satuan X2
4. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai Y akan berubah sebesar 0,345 setiap satu satuan X3
5. Apabila variabel lain bernilai konstan maka nilai Y akan berubah sebesar 0,442 setiap satu satuan X4
b. Uji Parsial (Uji T)
Uji parsial (Uji T) digunakan untuk menguji apakah setiap variabel bebas yaitu produk (X1),Harga (X2), pelayanan (X3) dan lokasi (X4) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y) seacara parsial. Kaidah
Apabila signifikan t > 0,05, maka tidak ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. begitupun sebaliknya apabila signifikansi t<0,05, maka ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. Berikut ini adalah tabel hasil dari Uji T yang pada responden konsumen 212 mart jl taman cimanggu bogor dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.15 Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -,261 3,274 -,080 ,937 Produk ,298 ,247 ,165 1,205 ,236 Harga ,340 ,190 ,271 1,791 ,082 pelayanan ,345 ,158 ,303 2,181 ,000 Lokasi ,442 ,233 ,260 1,901 ,066 a. Dependent Variable: keputusan Sumber : Output SPSS yang diolah, 2020 Berdasarkan hasil tabel diatas uji T yang dilakukan melalui analisis Statistics dengan menggunakan Software SPSS versi 16. Maka dapat disusun hasil uji T sebagai berikut: 1. Untuk variabel produk diperoleh nilai thitung sebesar 1,025 dengan nilai signifikansi sebesar 0,236. Dapat diketahui bahwa nilai signifikansi >α (0,05). Artinya tidak ada pengaruh antara variabel produk (X1) terhadap keputusan pembelian (Y)
2. Untuk variabel harga diperoleh nilai thitung sebesar 1,791 dengan nilai signifikansi sebesar 0,082. Dapat diketahui bahwa nilai signifikansi >α (0,05). Artinya tidak ada pengaruh antara variabel harga (X2) terhadap keputusan pembelian (Y)
3. Untuk variabel pelayanan diperoleh nilai thitung sebesar 2,181 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dapat diketahui bahwa nilai signifikansi >α (0,05). Artinya ada pengaruh antara variabel pelayanan (X3) terhadap keputusan pembelian (Y)
4. Untuk variabel lokasi diperoleh nilai thitung sebesar 1,901 dengan nilai signifikansi sebesar 0,066. Dapat diketahui bahwa nilai signifikansi >α (0,05). Artinya tidak ada pengaruh antara variabel lokasi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y)
c. Uji Simultan (Uji F)
Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh terhadap variabel-variabel independen secara bersama-sama pada variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji statistik F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel produk, harga, pelayanan, lokasi secara bersama-sama terhadap variabel keputusan pembelian. Maka pengambilan keputusan dalam uji F ini menggunakan SPSS adalah :
a. Jika nilai signifikansi F < 0,05 maka pengaruh antara variabel independen (X) secara bersamaan terhadap variabel dependen (Y). b. Jika nilai signifikansi F > 0,05 maka tidak ada pengaruh antara variabel independen (X) secara bersamaan terhadap variabel dependen (Y).
Berdasarkan pengujian uji F (simultan) diperoleh hasil analisis sebagai berikut:
Tabel 4.16
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 652,756 4 163,189 15,690 ,000b
Residual 364,019 35 10,401
Total 1016,775 39
a. Dependent Variable: keputusan
b. Predictors: (Constant), lokasi, produk, pelayanan, harga
Sumber :Output SPSS yang diolah, 2020
Berdasarkan hasil uji simultan (uji F) diperoleh F hitung = 15,690 dengan nilai signifikansi 0,000. Maka dapat diartikan nilai signifikansi < 0,05, oleh karena itu hipotesis memiliki arti bahwa secara simultan variabel bebas produk, harga, pelayanan dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada 212 mart jl taman cimanggu.
d. Uji R (Koefisien Determinasi)
Menurut Ghazali (2006) koefisien determinasi (R) pada intinya mengukur kemampuan variabel dependen dalam menjelaskan variabel dependen. Koefisien determinasi secara simultan diperoleh dari besarnya adjusted R square, nilai adjust R square yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hamper semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Tabel 4.17
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,801a ,642 ,601 3,225
a. Predictors: (Constant), lokasi, produk, pelayanan, harga
Sumber : Output SPSS yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel diatas 4.12 dapat diketahui nilai R = 0,642 =64,2% ini berarti variabel bebas (produk, harga, pelayanan, lokasi) secara bersama-sama dapat mempengaruhi variabel dependen (keputusan pembelian) sebesar 64,2%. Sedangkan sisanya sebesar 35,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk didalam penelitian ini.

B. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji factor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian di 212 mart di jl taman cimanggu yang sesuai dengan kriteria sampel. Kemudian berdasarkan hasil analisis dari penelitian ini, maka diperoleh pembahasan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa diperoleh rhitung variabel pelayanan menunjukan pada sampel sebesar 2,181 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Artinya, bahwa variabel pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di 212 mart jl taman cimanggu. Tetapi variabel produk, harga dan lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di 212 mart jl taman cimanggu karena nilai rhitung > dari 0,05. Hal ini mengidentifikasikan bahwa produk, harga dan lokasi merupakan faktor yang perlu diperhitungkan dalam rangka meningkatkannya keputusan pembelian di 212 mart jl taman cimanggu.
A. Kesimpulan
Dari hasil Uji validitas maka dari semua item dari variabel produk, harga,pelayanan dan lokasi memiliki nilai r rhitung yang lebih besar dan positif dari rtabel. Hal ini dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan yang ada dalam variabel adalah valid.
Berdasarkan hasil uji simultan (uji F) diperoleh F hitung = 15,690 dengan nilai signifikansi 0,000. Maka dapat diartikan nilai signifikansi < 0,05, oleh karena itu hipotesis memiliki arti bahwa secara simultan variabel bebas produk, harga, pelayanan dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada 212 mart jl taman cimanggu.
Hasil dari perhitungan uji T (parsial), maka terdapat variabel pelayanan nilai thitung sebesar 2,181 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Bahwa nilai signifikansi <α (0,05). Artinya ada pengaruh antara variabel pelayanan (X3) terhadap keputusan pembelian (Y). Sedangkan variabel produk, harga dan lokasi tidak ada pengaruh terhadap keputusan pembelian karena nilai signifikansi variabel tersebut >α (0,05). Artinya tidak ada pengaruh antara variabel harga (X1), produk (X2) dan lokasi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y).

Daftar Pustaka
Al-Qurannul Karim dan Terjemahnya
Bungin, B. 2005. Metode Penelitian kuantitatif;Komunikasi,Ekonomi dan kebijakan publik serta ilmu-ilmu social lainnya, Jakarta. Kencana prenada media group.
Kotler Philip, Manajemen pemasaran jilid I dan II (Jakarta,PT Indeks:2005),hlm 165
Kotler Philip dan Keller Lanne Kevin, Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 1.( Jakarta:Airlangga,2001)hlm 234
Tanjung Hendri dan Abrista Devi, Metedeologi Penelitian Ekonomi Islam, Jakarta: Gramata Publishing,2013.
Hurriyati Ratih, Bauran pemasaran dan loyalitas konsumen,bandung:Alfabeta, 2015 hlm 67-68.
G Willliam Nickels,M James McHugh, M Susan McHugh, Pengantar Bisnis ( Understanding Bussines,Jakarta: Salemba Empat,2010
Swastha Basu,Sukotjo Ibnu, Pengantar Bisnis Modern,Yogyakarta:Liberty.2016
Minor, M. dan Mowen, J.C, (2001). Perilaku konsumen. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kotler, Philip & Amstrong G. (2008). Prinsip Prinsip pemasaran. Jakarta : Edisi 12 jilid 1, Erlangga
Sugiyono,2016.Metode Penelitian Kuantitatif;kualitatif, dan R&D.Bandung. PT.Alfabet.
Kotler, Philip. (2000) manajemen pemasaran. Jakarta : Edisi Milenium 1, P.T. Prenhallindo
Nasution,Efendy Asrizal , Putri, Pratami Linzzy, Lesmana, dan Taufik Muhammad. 2019. Analisis pengaruh harga, promosi, kepercayaan dan karakteristik konsumen terhadap keputusan pembelian konsumen pada 212 mart dikota medan. Proseding seminar nasional kewirausahaan.program studi manajemen.Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, 1(1):194-199
Polla,Clinton febriano, Mananeke, Lisbeth, dan Taroreh N Rita. 2018. Analisis pengaruh harga, promosi,lokasi, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada Pt. indomaret manado unit jalan sea. Fakultas Ekonomi dan bisnis, jurusan manajemen. Universitas sam ratulangi manado, 6(4):3068-3077

Website:
http://koperasisyariah212.co.id/212mart diakses tanggal 16 januari
(www.kemenkopmk.go.id) diakses pada tanggal 7 februari
(www.depkop.go.id) diakses pada tanggal 7 februari
(www.amp/s/m.bisnis.com/ampread/koperasi-syariah-212-terus-tumbuh-signifikan).Diakses pada tanggal 3 maret
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/owvr98383 diakses pada tanggal 8 maret
https://googleweblight.com/i?u=https://repo.iain-tulungagung.ac.id/10942/&hl=id-ID
diakses pada tanggal 8 maret

Post Author: Admin Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *