Nasrul Abit Sosialisasikan Perda AKB Saat Menghadiri Pernikahan

RAJAKABAR.COM | PADANG. Sumbar.—Meski dalam masa cuti kampanye, calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, tetap menyosialisasikan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) agar masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan. Kali ini, ia memasyarakatkan perda tersebut saat menghadiri akad nikah Jevrinda Chaniago (putra Noviar Chaniago dan Sumarni) dengan Yosilva Andrea (putri Andri dan Muniarti) di Mushala Nurul Yaqin, Perumnas Gunung Sari, Gunung Medan, Dharmasraya, Jumat (2/10).

Nasrul Abit mengatakan bahwa Perda AKB dibuat sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan mengendalikan Covid-19. Karena itu, semua kalangan wajib mematuhi perda tersebut, baik kalangan masyarakat maupun pejabat.

“Saya berterima kasih karena masyarakat yang menghadiri akad nikah ini mematuhi protokol kesehatan. Semuanya mengenakan masker. Juga ada fasilitas cuci tangan. Saya harap hal ini terus dilakukan,” kata Nasrul Abit.

Nasrul Abit menginformasikan bahwa angka kasus positif Covid di Sumbar terus naik. Kini bahkan jumlah kasus harian di atas angka seratusan kasus. Untuk menekan pergerakan angka positif Covid-19 itu, menerapkan protokol kesehatan adalah salah satu kunci utama di samping upaya lain, seperti pengetesan (testing), penelusuran (tracing), pelacakan (tracking), dan pengobatan.

“Bapak Ibu sekalian, angka positif Covid-19 di Sumbar naik. Maka dari itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama. Pemerintah bertanggung jawab atas itu, tetapi juga butuh dukungan masyarakat agar pandemi ini segera berlalu. Jika Covid-19 tidak ada lagi, kehidupan kita akan berjalan seperti biasa. Sekarang, kita harus bisa beradaptasi,” tuturnya.

Kepada kedua mempelai, Nasrul Abit berpesan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia mengatakan bahwa Jevrinda dan Yosilva sudah ditakdirkan Allah SWT untuk membina mahligai rumah tangga.

“Membangun rumah tanggah yang sakinah, mawadah, dan warahmah tentu tidak mudah, akan banyak rintangan yang ditemui. Namun, jika menikah atas dasar kecintaan dan mengharapkan rido ilahi, maka semua yang dicita-citakan akan dapat terwujud,” katanya.

“Membangun rumah tangga itu ada suka dan duka. Jika ada masalah, jangan dibawa keluar rumah. Selesaikan berdua. Pun dengan orang tua. Ketika sudah menyerahkan atau melepaskan anaknya, anak sudah menjadi tanggung jawab suaminya. Biarkan mereka membina rumah tangga. Kita sebagai orang tua sifatnya mengawasi. Jangan terlalu banyak ikut campur karena itu tidak bagus,” ucapnya.(Tim)

Post Author: Admin Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *