Tuesday, 28 December 2021, December 28, 2021 WIB
Last Updated 2021-12-28T14:49:03Z
News

GURU PENGGERAK: Berani Tantangan Sebagai Agen Transformasi Ekosistem Pendidikan

Advertisement


Babakan Madang l Rajakabar.com - Sosok ETI HERAWATI,M.Pd, seorang guru yang bertugas mengajar di SMPN 1 Babakan Madang, Telah berhasil mendapatkan seleksi sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) pada tanggal 2 Oktober 2021, Angkatan ke-4. Yang mana Program Calon Guru Penggerak ini, dilaksanakan selama 9 bulan di perkirakan sampai bulan Juni 2022.

Kiprah Eti Herawati sebagai Calon Guru Penggerak (CGP), di nilai harus mampu dalam memberikan warna suasana baru di SMPN 1 Babakan Madang, sebagai agen perubahan sehingga mendapat apresiasi. Inspirasi yang diwujudkan dengan mengimplementasikan disetiap rancangan programnya.

Para Guru penggerak ini diprioritaskan untuk menjadi cikal bakal kepala sekolah, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau jabatan kepemimpinan lain  diseluruh sekolah di wilayah Republik Indonesia. 

"Untuk dapat menjadi seorang guru penggerak, seorang guru harus memenuhi persyaratan dasar, yakni  Terdaftar di Data Pokok Pendidik (Dapodik) Kemendikbud, Memiliki masa kerja minimal 5 tahun dan Memiliki sisa masa kerja minimal 10 tahun. Jadi para guru penggerak ini usia maksimalnya adalah 50 tahun. Program pendidikan guru penggerak ini terbuka bagi PNS maupun non PNS baik sekolah negeri maupun swasta."ujar Dewi ratih kustiwardani

Lebih lanjut Dewi menerangkan, Peran Calon Guru Penggerak haruslah selalu mampu bergerak dan berbagi, Sebab itu adalah bagian dari trasformasi program Guru Penggerak yang dilaksanakan Kementrian Pendidikan dan kebudayaan Riset dan Teknologi, Sosok Eti Herawati sebagai Guru Penggerak dibawah kepemimpinan Bapak Lenterin Lumbanbatu, S.Pd, M.Si. 

Diharapkan pula, Mampu menggerakkan ekosistem pendidikan komunitas belajar untuk rekan guru di SMPN 1 Babakan Madang, Mampu mendorong peningkatan kepemimpinan siswa di sekolah, Membuka ruang diskusi public, Ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Terpenting  juga perlu memberikan ruang bagi siswanya untuk mengembangkan bakat serta minatnya.

Mengingat pada dasarnya bahwa Guru Penggerak itu, dibentuk untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar, Maka tantangan harus berani bagi kiprah Calon Guru Penggerak,  juga berperan dalam menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada peserta didik. 

Merdeka belajar mungkin bisa dikatakan merupakan istilah baru yang sering terdengar saat ini, merdeka belajar dalam arti sekolah, guru-guru, dan muridnya, mempunyai kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses belajar mengajar. (Arifin)