Iklan

Wednesday, 26 January 2022, January 26, 2022 WIB
Last Updated 2022-05-08T11:57:44Z
BeritaDaerah

BINDA JATIM BERSAMA DINKES KAB.MOJOKERTO TERUS MELAKSANAKAN VAKSINASI ANAK USIA 6-11 TAHUN DOSIS 2 DI KABUPATEN MOJOKERTO

Advertisement

 


JATIM I Rajakabar.com - Pelayanan vaksin Covid-19 untuk anak usia 6 sampai dengan 11 tahun di Kabupaten Mojokerto yang digencarkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur dengan menggandeng Puskesmas hampir merata. Termasuk bagian utara sungai Brantas dari Kabupaten Mojokerto.


Kali ini Pelayanan vaksinasi tersebut diadakan di MI Sabilurrosyad, Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (27/1/2022).


Menurut Chandra agen BIN Kabupaten Mojokerto kali ini disediakan 1.500 dosis untuk anak se kecamatan Jetis.


Vaksinasi ini memiliki manfaat untuk melindungi diri dari ancaman virus Corona. Ketika akan menerima vaksin kondisi tubuh anak-anak harus dipastikan kalau dalam keadaan sehat dan bugar. Hal ini bisa diketahui dengan dilakukannya pemeriksaan kesehatan oleh tim medis menjelang dilaksanakannya vaksinasi.


Setelah menerima vaksin, anak-anak kembali ke kelas masing-masing. Tujuannya untuk memastikan tidak ada reaksi yang bersifat segera atau kejadian ikutan  pasca vaksinasi. 


Bentuk respons tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan memiliki reaksi yang berbeda-beda pada setiap orang seperti diantaranya nyeri, bengkak, dan kemerahan di area tempat suntikan. Atau rasa lelah dan tidak enak badan. Kondisi tersebut umumnya bersifat sementara.


Jika terjadi reaksi seperti rasa nyeri atau bengkak kemerahan di tempat suntikan penanganannya bisa dikompres dengan air dingin pada lokasi tersebut.


Jika terjadi demam, kompres dengan air hangat. Kemudian banyak minum air putih dan istirahat.


Jika dibutuhkan bisa minum obat sesuai yang dianjurkan oleh petugas kesehatan atau sampaikan keluhan yang dialami setelah vaksinasi kepada petugas kesehatan.


Kepala MI Sabilurrosyad, Bapak Suminto S.Pd.I menyampaikan bahwa selama kegiatan vaksinasi di sekolah yang dipimpinnya, baik itu vaksinasi untuk tenaga pendidik maupun siswa tidak ada masalah.


"Dengan vaksinasi ini ya alhamdulillah tidak ada masalah. Dari orang tua murid juga sudah ada kebebasan untuk melepas anak-anaknya masuk ke sekolah. Kami berharap ini segera terlaksana dan sekolah aman kembali. Karena selama pembelajaran dengan sistim daring seringkali anak-anak tidak dapat apa-apa tapi dapatnya malah omelan atau bahkan dicubit orang tuanya." ungkap Bapak Suminto S.Pd.I 


Ibu Siti Juwariyah orang tua murid juga sangat berharap dengan vaksinasi ini anak-anak menjadi sehat, bisa kembali masuk sekolah secara normal seperti sebelum ada pendemi. Karena mendampingi anaknya belajar secara daring membuat kewalahan dalam menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. (Arifin)