Thursday, 3 February 2022, February 03, 2022 WIB
Last Updated 2022-05-08T11:50:11Z
BeritaEkonomiPendidikan

Gubernur Riau Minta Mahasiswa Hafizpreneur Asal Riau Jadi Lokomotif Ekonomi di Daerah

 


BABAKAN MADANG -I RAJAKABAR.COM, Gubernur Riau, H,Syamsuar mengunjungi Kampus Alif Institut Agama Islam Tazkia, Sentul, Babakan Madang, Bogor pada Kamis, (3/2). Dalam kunjungannya, Syamsuar melihat perkembangan mahasiswa Hafizpreneur asal Riau yang dikirim ke kampus tersebut melalui beasiswa.


"Kami melihat banyak kemajuan, kami pun memberikan motivasi kepada anak-anak untuk dapat memanfaatkan potensi yang ada di Riau nantinya," ungkap Syamsuar dalam kunjungannya.


Dirinya mengatakan, provinsi memiliki potensi alam yang cukup besar. Sayangnya, sedikit di antara orang Riau yang berperan dalam menggali potensi tersebut.


Melalui progran beasiswa yang dibiayai Pemerintah Daerah Riau ini, dirinya berharap lahirnya putra daerah yang mampu menjawab harapan itu.


"Dengan jurusan Hafizpreuneur, kami harapkan mereka bisa menguasai ilmu al-quran dan sekaligus al-quran bisa dimanfaatkan dengan segala ilmu, termasuk ilmu ekonomi agar mereka bisa menjadi entrepreuneur," harapnya.


Selain itu, sambung Syamsuar, pemerintah juga tengah gencar melahirkan santriprenuer. Bagaimana santri dilatih menjadi entrepreneur sehingga sejalan dengan program yang dicanangkannya.


Hingga saat ini, ada 183 mahasiswa asal Riau yang tengah menimba ilmu di Kampus Alif Institut Agama Islam Tazkia. Setelah itu, mereka diharapkan kembali ke daerah keahliannya untuk membangun kekuatan ekonomi di Riau.


"Kami harapkan mereka bisa menjadi lokomotif, perekonomian syariah di Riau," tambahnya.


Sementara itu, Rektor Kampus Alif Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin menuturkan, program beasiswa ini bisa dikatakan yang pertama di Indonesia bahkan di Dunia. Berkaca ke Al-Azhar di Kairo, di mana fakultas syariah dan bisnis dibedakan. 


"Sekarang kami menggabungkan dua fakultas itu, adanya di Kampus Tazkia, mereka belajar syariah dan bisnis di waktu yang bersamaan," jelasnya.


Murniati menyebutkan, dari 2500 mahasiswanya, 60 persen merupakan warga Jawa Barat. Melalui program beasiswa yang ada, dirinya mengajak anak-anak muda untuk bergabung dengan Kampus Alif Institut Agama Islam Tazkia.


"Alhamdulillah Bupati Bogor ada program beasiswa melalui Pancakarsa, tahun lalu kami mendapat 17 orang. Banyak juga lembaga lain yang ingin memberikan beasiswa," tandasnya.

(Arif)