Wednesday, 8 June 2022, June 08, 2022 WIB
Last Updated 2022-06-09T06:19:56Z
News

Forkomas Karang Tengah Turuntangan Bantu Warga Yang di Takut- Takuti

Advertisement


Bogor | Rajakabar.com - Terkait informasi tempat wisata Leuwihejo Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang yang ditutup oleh salah satu ormas, Forkomas (forum komunikasi ormas) Karang tengah melakukan rapat dan membuat kesepakatan akan turun kelapangan. Kamis (09/06).


Penasihat Forkom Ormas Desa Karang Tengah, H. Sugih mengatakan, dirinya bersama Lima ormas hari kamis akan turun kelapangan dikarenakan, wisata leuwihejo ditutup oleh Ormas yang juga berada di naungan Forkom ini juga.


"Yang pertama, Sebetulnya Forkom ini kan di bentuk sebagai wadah untuk mempersatukan ormas dan lembaga agar meminimalisir permasalahan yang berada  diwilayah.  


Ke dua sebagai wadah aspirasi masyarakat, nah ketika ada persoalan seperti ini lah tujuan di bentuknya, agar tercipta  musyawarah hasilkan solusi, dan berhubung wisata leuwihejo itu ditutup oleh salah satu ormas, yang katanya itu tanah milik pribadi, Maka dari itu, Besok kita mau adakan pendeketan secara persuasif, agar tidak meresahkan warga.


Kita mau ajak bicara dan kalau emang mereka punya bukti akan hal tersebut, kita pengen lihat bukti berdasarkan fakta," Ucapnya kepada rajakabar.com. di Caffe hutan Pinus Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Rabu(08/06).


Lanjut H.Sugih, dengan turunnya lima lembaga ini, bukan untuk membuat masalah baru, tetapi ingin membuat musyawarah.


"Besok akan kita turunkan 5 lembaga ini kelapangan, bukan berarti ingin membuat permasalahan baru ya, Tetapi untuk membuat musyawarah, Yang membuat para warga resah saat ini. 


karena informasi yang saya terima adalah, Datangnya salah satu ormas ke wisata leuwihejo membawa bendera ormas sehingga, masyarakat cukup resah," Katanya.


H.sugih menjelaskan, sebetulnya kalau menilik kebelakang,  tanah itu dulu nya milik pak Solih sebagai ahli waris, akan tetapi sudah dikukuh kan, saat itu oleh departemen kehutanan, karena masuk wilayah hutan.


"Sebenernya melihat itu tanah adalah milik pak solih kalo melihat sebagai ahli waris ya, cuman tanah tersebut masuk kedalam kawasan hutan pada tahun 1996 itu sudah dikukuhkan ke departemen kehutanan, karena masuk hutan, 


Namun pada saat itu, informasi yang diterima pak solih, tidak lengkap, Sehingga pak solih itu berani menjual lahannya ke pak Iwan, tetapi pada kenyataannya sampai saat sekarang ini, sama pak Iwan itu tidak pernah dilunasi, sudah berjalan sampai (3) tiga tahun itu, belum lunas, sampai saat ini itu tanah masih milik perhutani," jelasnya


Dengan membawa bendera salah satu ormas, masih kata dia, itu cukup meresahkan warga, dan apabila memang bersikeras dan memaksakan, kemungkinan itu, akan di bawa kejalur hukum,"tegasnya.


"Jelas membuat resah warga, karena membawa massa ormas Pemuda Pancasila, Dan kalau memang, pak Iwan ini memaksakan hingga mengklaim, dengan bukti yang tidak valid, ya.., kemungkinan akan kita ambil jalur hukum, soalnya itu tanah diklaim milik perhutani," Lanjutnya.


Harapannya, kita semua selalu damai dan menciptakan ke tentraman kepada masyarakat, dan masalah ini segera diselesaikan.


"Masyarakat disana bisa nyaman, tentram dan permasalahan ini bisa segera diselesaikan, karena itu penghasilan dari pada masyarakat,"


Ditempat yang sama Ketua Ormas Gibas Desa Karang Tengah Ara angara mengatakan, kita itu (ormas) dibawah naungan Forkom, dan ada 6 lembaga didesa karang tengah ini, jadi Lembaga ini, 


Apabila lembaga ada kegiatan harusnya lembaga ini komunikasi dengan ketua Forkom, karena Forkom ini, adalah wadah bagi masyarakat.


"Harapan kami disini, supaya semuanya berjalan dengan baik, semuanya aman tentram dan tidak arogan, Bekerjasama, memberikan yang terbaik untuk semuanya," Pungkasnya.


(Arifin)