Friday, 17 June 2022, June 17, 2022 WIB
Last Updated 2022-06-17T15:41:03Z
Wisata

Kabar Gembira!!!, Obyek Wisata Leuwi Hejo Kini Tampil Beda Dengan Prasarana Baru

Advertisement

 


Babakan madang I Rajakabar.com – Wacana wisata alam terbebas dari Pungutan Liar (Pungli) akan segera terwujud, berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara perhutani dengan pengusaha tjutju supriawan Sip, pada kamis (17/06), bertempat di KPH. Komplek perkantoran Pemda Kabupaten Bogor, dan telah di tanda tangani Nota Kesepakatan Kerja (NKK) bersama, Jum’at (18/07/2022).

 

Tjutju Supriawan Sip, Menyampaikan kepada awak media bahwa, saya baru saja menandatangani Memorandum Of Andestanding (MOU) Nota Kesepakatan Kerja Sama (NKK) pengolahan lahan wisata seluar 18,5 hektar dengan Pihak Perhutani dan Lembaga Masyarakat Dalam Hutan (LMDH) di KPH Kabupaten Bogor.

 

Adapun Point-point yang di sepakati kata Tjutju, diantaranya adalah: Meningkatkan kwalitas wisata leuwi hejo, leuwi cepet, leuwi barong dan leuwi cibaliung menjadi tempat wisata yang menarik perhatian para wisatawan.

 

Selain itu, dapat mewujudkan pula sarana dan prasarana bagi pengunjung, seperti sarana ibadah (mushola), toilet, rumah makan, gazebo-gazebo dan sarana trekking (jelajah alam) dan camping grond,

 

“Saya dan tim, akan berkomitmen dengan apa yang tertuang dalam peraturan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan akan melakukan penghijaun dengan cara penanaman 400 pohon disetiap satu hektar lahan. Maka dengan luasan lahan 18,5 hektar sampai 20 hektar itu, akan ditanam 20000 ribu tanaman pohon keras,”ucapnya.

 

Tak hanya itu, Masih kata Tjutju, Kedepannya sarana dan prasarana pendukung, baik jalan setapak, maupun sarana umum lainnya, penopang pengunjang wisata, akan diprioritaskan untuk segera dibangun.

 

Harapan saya, wisata leuwi hejo ini akan lebih maju, karena aksesnya mudah dijangkau dengan adanya sarana dan prasarana yang mendukung, dan disana wisatawan akan menikmati keindahan beberapa obyek wisata yang di dalamnya,”Bebernya.

 

Semetara itu, Pihak perhutani berharap adanya sinergitas antara pihak PT.Sentul City Tbk dengan BUMN dalam hal ini PT Perhutani .

 

Dimana pintu masuknya itu, menggunakan lahan PT sentul city dan area di belakang khususnya area wisata tanah milik perhutani

 

Pada dasarnya sentul city dengan perhutani sepakat untuk berdampingan, dan bertujuan untuk perlindungan alam, karena wilayah tersebut merupakan ruang terbuka hijau.

 

Kedepan, dengan adanya satu gerbang untuk tiket masuk ini, apalagi disertai dengan tidak adanya pungutan-pungutan liar, maka harga tiket masuk akan lebih murah, dan dapat di jangkau oleh semua kalangan,”pungkasnya.

 

 

(Arifin)