Friday, 17 June 2022, June 17, 2022 WIB
Last Updated 2022-06-19T03:50:56Z
Hukrim

Sejumlah Member Beramai-ramai Melaporkan Bos Arisan Online dan Investasi Ke Polda Metro Jaya

Advertisement

 



Jakarta I Rajakabar.com - Warga korban melapor ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)  POLRI DAERAH METRO JAYA SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (jakarta ) dengan membawa bukti - bukti diduga pelaku. Warga yang menjadi korban penipuan investasi di duga bodong yang dilakukan oleh (PNH dan RPH).

 

Awalnya, pihak Owner memberitahukan bahwa usaha yang sedang dijalankannya sedang bermasalah dan tidak mampu untuk memenuhi kesepakatan bersama dengan anggota yang terlibat dalam usaha atau arisan tersebut, Jakarta (16/06/2022).

 

Member arisan tersebut melaporkan PNH dan RPH bukti laporan, SURAT TANDA TERIMA LAPORAN POLISI di POLDA METRO JAYA. Berdasarkan Laporan Polisi/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal : 04 Juni 2022

 

Korban arisan yang di duga investasi bodong tersebut menyampaikan kepada awak media bahwa kerugian yang di derita korban yaitu sekitar Rp.1.184.515.461,- (satu miliar seratus delapan puluh empat juta lima ratus lima belas ribu empat ratus enam puluh satu rupiah) bukti dari kerugian tersebut ditemukan dari semua rekening koran para korban, yang di kalkulasikan uang keluar dan masuk untuk arisan tersebut dengan no rekening yang tercatat dalam laporan.

 

Dugaan Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang - sesuai Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU RI No. 8 Th. 2010 Tentang TPPU.

 

Tak hanya itu korban pun berhasil menggandeng salah satu saksi yang berasalkan dari admin yang dulu sempat bekerja dalam arisan tersebut. Serta korban-korban tersebut yang melaporkan PNH dan RPH juga terdapat admin lainnya yang juga menjadi korban, sehingga dalam laporan tersebut terdapat 3 orang mantan admin yang mengetahui segala hal yang seharusnya tidak dibenarkan.

 

Kemudian beberapa korban lainnya telah dijanjikan investasi sesuai tanggal dan dikembalikan sesuai janjinya ontime dengan laba, Namun hal itu tidak ditepati dan dengan sengaja tidak mau mengembalikan dan di kait-kaitkan dengan arisan yang sebagaimana sudah dijalankan korban dengan baik.

 

Pada mulanya saya korban-korban hanya menjadi anggota arisan, Namun kemudian tanpa di ketahui dan disepakati bersama pengelola arisan, dalam hal ini owner secara sepihak mengubah nama arisan menjadi kopja.

 

Owner arisan RPH & PNH selalu membuat rules yang tiba-tiba berubah sehingga membuat kekacauan dana member. Hingga saat ini dan setiap hari masih banyak member yang mengeluh hak nya tidak dikembalikan, bahkan apa bila member menagih di ancam dikembalikan paling terakhir atau di keluarkan dari group arisan tersebut.

 

(Red)