Friday, 22 July 2022, July 22, 2022 WIB
Last Updated 2022-07-22T15:25:43Z
BeritaNews

Masyarakat Pinta Pihak Kepolisian Bogor, Tindak Debcolector Lakukan Arogansi di Wilayah Gunung Putri.

Advertisement
Gambar Ilustrasi 


RAJA KABAR.COM I KAB. BOGOR - Mata Elang atau biasa disebut Debcolector di wilayah Kecamatan Gunung Putri dinilai meresahkan dan arogansi, masyarakat meminta Pihak Kepolisian membina atau memberantas Debcolector, Kecamatan Gunung Putri.

 

Diketahui Debcolector tersebut memberhentikan masyarakat yang menunggak pembayaran kreditan motor, oknum Debcolector tersebut tidak jarang menggunakan kekerasan atau pemaksaan terhadap pengguna motor dan mengambil paksa motor yang bermasalah.

 

Menurut Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Gunung Putri Fadliansyah menyampaikan bahwa pihak Kepolisian khususnya polsek Gunung Putri harus mengambil tindakan terhadap Debcolector tersebut.

 

"Apapun itu kalau memang meresahkan masyarakat harus ditindak tegas jika perlu tangkap, Polisi berhak menangkap pembuat teror dan meresahkan warga di jalanan," Ucapnya, Jumat (22/7/2022).

 

Ia pun menyampaikan bahwa, Masyarakat jangan takut menghadapi mata elang atau Dept Colector, jika terdesak teriaki maling aja dan laporkan ke polisi kalo ada Kendaraanya yang dirampas Dept Colector, masyarakat dilingkungan juga harus peduli jika ada Dept Colector diwilayahnya usir jika perlu.

 

Yusup Saepduin Ketua Sub Rayon Organisasi Masyarakat (Ormas) Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Desa Cicadas mengatakan bahwa Penegak Hukum harus mengambil tindakan terhadap Debcolector dilayah Gunung Putri.

 

"Saya minta  kepada bapak Kapolsek Gunung Putri atau pun Kapolres Bogor untuk memberantas Matel apa lagi banyak impormasi keluhan masyarakat yang saya denger dan saya terima langsung dari korban Matel,"Tuturnya, Jumat (22/7/2022)

 

Lanjutnya, Kepolisian selaku Penegak Hukum Harus Mampu Memberikan Rasa aman pada masyarakat.

 

Akibatnya Aksi Matel tersebut menghentikan pengguna jalan raya sembarangan dijalan dan merampas motor warga hingga menimbulkan kerugian dan trauma pada korban,"Pungkasnya. (Arif)