Thursday, 1 September 2022, September 01, 2022 WIB
Last Updated 2022-09-01T13:43:04Z
Daerah

Aspirasi Kades Gunung Putri, Terkait Buruknya Drainase Tlajung Udik Akhirnya Didengar Anggota Komisi 4 Provinsi Jabar


RAJAKABAR.COM I GUNGUNGPUTRI - Anggota komisi 4 Provinsi Jawa Barat berserta UPTD 1 dan Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat menanggapi aspirasi Kepala Desa Gunung Putri terkait kondisi saluran air (Drainase) tersumbat dan mengakibatkan banjir sepanjang jalan Gunung Putri-Tlajung udik.



Diketahui sebelumnya, di sepanjang jalan Gunung Putri-Tlajung udik tersebut jika musim hujan akan tergenang air sehingga menutupi jalan, yang disebabkan kondisi Drainase yang sudah dangkal dan sebagian sudah tertutup tanah dan sampah.

 

Sehingga Drainase tersebut tidak dapat menampung datangnya air hujan yang begitu deras dan menyebabkan air tumpah ke jalan raya dan menyebabkan banjir.

 

Dan pada hari Kamis 1 Sepetember 2022, Ibu Prasetyawati Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat berserta Rombongan Komisi 4 DPRD jawa Barat dan Bapak Heri dari UPTD 1 dan Dinas BMPR Provinsi Jawa Barat langsung meninjau lokasi saluran drainase jalan Provinsi yg bermasalah tersebut.

 

Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat Ibu Prasetyawati mengatakan bahwa terkait Drainase tersebut pemeliharaan sudah ada rencana dan untuk pembuatan dan perbaikan akan diusulkan.

 

"sudah ada rencana  pemeliharaan saluran drainase, hanya sebatas pemeliharaan,"ungkap Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jabar tersebut Kamis (1/09/2022).

 

Lanjut Komisi 4 DPRD Jabar tersebut mengatakan. sedangkan untuk pembuatan atau perbaikan saluran rusak yang sudah tertutup akan segera diusulkan agar saluran drainase bisa berfungsi dengan baik,

 

Selaku Anggota DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bogor Ibu Prasetyawati, apresiasi dan mengucapkan terima kasih terhadap kepala desa Gunung Putri Bapak Damanhuri yang responsif permasalah saluran drainase tersebut.

 

"mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada bapak Damanhuri, selaku Kepala Desa Gunung Putri yang sangat responsif terhadap permasalahan saluran drainase tersebut dengan berinisiatif bersama Desa Tlajung Udik  bergotong royong mengatasi permasalahan Drainase tersebut,"ucapnya.

 

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri menanggapi atas kedatangan Anggota DPRD Komisi 4 Provinsi Jawa Barat berserta rombongan, UPTD 1 dan BMPR Provinsi Jawa Barat.

 

"Jadi intinya tadi kedatangan ini setelah ada kejadian banjir yang menimpa jalur provinsi, itu kan dapat video karena viral akhirnya saya intruksikan tim," Jelasnya, Kamis (1/09/2022).

 

Lanjut ia menjelaskan, Nah kita kirim lah berita ini ke dinas PUPR dan UPT 1 Bina warga provinsi jawa barat plus saya kirim juga ke DPD Dapil 5 Kabupaten Bogor Provinsi jawa barat ibu Prasetyawati akhirnya di respon maka jam 8 pagi itu udah ada di PUPR Provinsi sudah di lokasi .

 

Damanhuri menyampaikan bahwa ia sudah mengerahkan semua perangkat desa sampai babinsa dan bhabinmas sudah turun kelapangan.

 

"Dan saya sudah mengumpulkan full tim mulaiin dari PKK,LPM Kemudian Karang Taruna, Destana, Perangkat Desa, Linmas, Babinsa dan Bhabinmas saya turunkan semua ke lapangan sehari bekerja bakti,"ucapnya.

 

Lalu ia menegaskan bahwa jalan oleh PT Indocement dan drainase dibangun oleh PUPR tetapi regulasi dan kewenangan adalah Provinsi, dan berpesan untuk memperhatikan dan dianggarkan jalan yang menjadi kewenangan Provinsi.

 

"karena drainase nya buruk, sekarang drainase diliat ini kan jalan Provinsi dan ini dibangun CSR Indosemen masa provinsi tidak bisa bangun drainase, punya regulasi dan kewenangan adalah provinsi dan CQ nya adalah PUPR tolong dong diperhatikan jangan sampai drainase gunung putri sampai tlajung udik udah rusak parah itu diperbaikan dan dianggarkan," Tuturnya dengan tegas.

 

Lanjutnya, karena kabupaten bogor ini adalah penghasil APBD paling besar masa gak diperhatikan, saya menghimbau itu.

 

Sedikit rasa kecewa, Kades Gunung Putri tersebut menuturkan bahwa aset provinsi tetapi yang memperhatikan segalanya adalah masyarakat dan desa.

 

"masa aset aset provinsi yang ngebersihin dan yang ngerapiin warga, masih untung gunung putri gercep diberesin, dibangun coba kalau kepala desanya diam gak jadi seperti ini," Ucapnya.

 

Harapan saya nanti bisa dianggarkan dari DPRD komisi 4 untuk tahun 2024, dan untuk sementara waktu kata beliau untuk pemeliharaan dahulu tahun ini nanti mungkin tahun depan mudah mudah dianggarkan tolong untuk Bapak Gubernur juga menganggarkan dengan pihak DPRD.